Magetan - Sejumlah produsen penyamakan kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, cukup terbebani dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2012 karena biaya produksi akan meningkat sementara pasar ekspor ke Eropa lesu. Seorang produsen penyamakan kulit di Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Nuryadi, Jumat, memperkirakan setelah harga BBM naik, biaya produksi akan meningkat hingga 30 persen dari biasanya. Hal ini, kata dia, dilihat dari kebutuhan solar untuk mesin diesel selama proses peyamakan kulit yang mencapai 400 liter per bulan dan bahan bakar untuk pengiriman produk. "Kenaikan harga BBM jelas akan berdampak pada produksi usaha kami. Hal ini karena proses penyamakan kulit menggunakan mesin diesel dan kendaraan pengiriman kulit ke Yogyakarta serta Bali juga membutuhkan bahan bakar," ujar Nuryadi kepada wartawan. Menurut dia, kondisi ini cukup memberatkan usahanya di tengah lesunya ekspor kulit ke sejumlah negara di Eropa yang masih dilanda krisis. Hal ini masih diperparah dengan kemungkinan tuntutan kenaikan upah dari para karyawannya. "Jika tidak berhati-hati, usaha yang telah kami geluti selama bertahun-tahun ini bisa gulung tikar alias bangkrut," kata dia. Guna mengantisipasi keadaan yang serba sulit tersebut, pihaknya mengaku akan menaikan harga jual kulitnya hingga 20 persen dari harga lama, meski belum ada jaminan akan diterima oleh pasar. Karena itu, pihaknya berharap agar kenaikan harga BBM nantinya tidak lebih dari Rp1.000 per liter. "Selain berharap kenaikan harga hanya Rp1.000 per liter, kami juga mengimbau adanya subsidi BBM bagi para pelaku usaha seperti industri peyamakan kulit," kata Nuryadi. Apalagi saat ini jumlah produksi kulitnya juga telah menurun sebagai imbas dari lesunya pasar ekspor ke sejumlah negara di Eropa. Jika biasanya, pihaknya mampu memproduksi 750 hingga 1.000 lembar kulit baik lembu, domba, maupun kambing, kini hanya tinggal setengahnya saja, tergantung pesanan. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, terdapat sekitar 135 unit industri penyamakan kulit baik secara kimia maupun nabati di kabupaten setempat. Sebanyak 135 unit industri penyamakan kulit tersebut tersebar di tiga sentra, yakni penyamakan kulit secara kimia terdapat kawasan Lingkungan Industri Kulit (LIK), Kelurahan Ringinagung, Kecamatan Magetan, sebanyak 48 unit, penyamakan kulit secara nabati yang terdapat di Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo sebanyak 43 unit dan Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo sebanyak 44 unit. (*)
Berita Terkait
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
19 jam lalu
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
