Malang - Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyatakan, tuntasnya pembangunan Jalan Lintas selatan (JLS) dipastikan mampu mengangkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah itu. "Dengan adanya pembangunan JLS ini tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama yang ada di pesisir diharapkan juga ikut terangkat, disamping PAD bagi pemerintah daerah," kata anggota DPRD Kabupaten Malang Abdul Rahman di Malang, Kamis. Menurut dia, jika JLS di Kabupaten Malang bisa terakses dengan sempurna, maka akan banyak investor yang bakal menanamkan modalnya di Kabupaten Malang dan otomatis PAD bisa terdongkrak. Ia mengemukakan, pembangunan JLS yang dikerjakan pada 2012 ini diawali dari Pantai Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan hingga Jolosutro di Kabupaten Blitar dengan panjang jalan mencapai 21,97 kilometer. Menyinggung angagran untuk pembangunan JLS tahap awal dari Pantai sendangbiru hingga Jolosutro tersebut, Abdul Rahman mengatakan, sekitar Rp134 miliar. Dengan fasilitas dan infrastruktur jalan yang bagus, masyarakat menjadi mudah untuk menjual hasil bumi dan laut ke luar daerah. Sementara itu pembebasan lahan atau lahan yang sudah terbuka untuk proyek JLS tersebut hingga saat ini baru mencapai 60 persen dari sekitar 160 kilometer yang melintasi daerah itu. Bupati Malang Rendra Kresna belum lama ini mengaku, JLS yang membentang sepanjang 160 kilometer dari Kecamatan Donomulyo hingga Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan itu masih kurang 40 persen lagi penyelesaiannya. Rendra mengatakan, untuk lahan milik masyarakat sudah dibebaskan semua, bahkan sudah digarap. Namun, lahan milik Perhutani yang masih menjadi kendala karena sampai saat ini masih belum tuntas pembebasannya. Lahan milik Perum Perhutani yang terkena proyek JLS di Kabupaten Malang seluas 148 hektare dan lahan milik warga termasuk hutan masyarakat seluas 115,14 hektare. JLS yang melintasi wilayah Kabupaten Malang sepanjang 160 kilometer dengan lebar 60 meter. Sebagian jalan JLS sudah diaspal, bahkan dalam waktu dekat ini juga mulai dibangun jalan sirip sepanjang 20 kilometer dengan lebar 16 meter. Proyek JLS yang melintasi tujuh kabupaten di Jatim itu mulai dari Pacitan hingga Banyuwangi sepanjang 660 kilometer dan didanai dari APBN. Sedangkan tujuh daerah yang dilalui JLS berkewajiban menyiapkan lahannya, termasuk membebaskannya dari warga maupun Perhutani.(*)
Berita Terkait
DPRD Situbondo dorong pemda optimalisasi potensi lokal tingkatkan PAD
28 Maret 2026 06:45
DPRD Bojonegoro dorong pemkab tumbuhkan ekosistem perekonomian baru
27 Maret 2026 19:17
Fraksi PDIP Jatim minta gubernur evaluasi kebijakan WFH ASN
26 Maret 2026 06:10
Anggota DPRD Surabaya minta perbaikan PJU Jalan Dupak
23 Maret 2026 17:26
Legislator tekankan Idul Fitri jadi momentum tingkatkan integritas
22 Maret 2026 14:55
Wakil Ketua DPRD Surabaya minta warga lapor RT saat mudik
18 Maret 2026 20:54
DPRD Jatim dorong Pemprov memulai siapkan skema antisipasi energi
17 Maret 2026 09:06
