Situbondo (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mendorong pemerintah daerah setempat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal, seperti sektor perikanan, pertanian dan investasi serta pajak daerah.

"Target kami ke depan adalah kemandirian, dan Situbondo harus mampu mengoptimalkan potensi lokal agar tidak lagi terus bergantung pada dana transfer pusat," kata Wakil Ketua DPRD Situbondo Abdur Rahman di Situbondo, Sabtu.

Dia menyampaikan bahwa hilangnya potensi PAD dari sektor tertentu dan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat hingga sekitar Rp200 miliar menjadi hambatan serius.

Kendati ada pengurangan anggaran dana transfer dari pemerintah pusat karena efisiensi, dia mengapresiasi pemerintah daerah setempat bergerak cepat mencari solusi dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

"Meski ada pengurangan anggaran pusat, bupati dan wakil bupati dalam mencari solusi patut kami apresiasi, pembangunan infrastruktur dan SDM tetap berjalan di tengah keterbatasan," katanya.

Pada Jumat (27/3) malam, DPRD Situbondo menggelar rapat paripurna dengan agenda utama penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, sekaligus persetujuan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

"Paripurna LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 tersebut menjadi momentum penting bagi legislatif dan eksekutif, untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus merumuskan arah kebijakan pembangunan Situbondo ke depan," katanya.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengemukakan bahwa kebijakan pembangunan selama 2025 tetap menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan pembangunan infrastruktur.

"Pemerintah daerah berupaya menjaga kesinambungan antara pembangunan fisik dan kualitas SDM sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif," katanya.

Ia menjelaskan sepanjang 2025 sejumlah indikator kinerja utama menunjukkan tren positif, pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 71,87 dan melampaui target 71,49.

"Sementara pertumbuhan ekonomi tercatat di angka 5,25 persen, lebih tinggi dari target 4,82 persen, sedangkan angka kemiskinan berhasil ditekan ke level 11,17 persen dari target 11,51 persen," katanya.

Pemkab mengakui adanya tantangan pada indeks kepuasan infrastruktur yakni 81,2 persen dari target 85,3 persen, serta Indeks Kesejahteraan Sosial (IKS) yang masih berada sedikit di bawah target.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026