Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Arif Fathoni meminta warga segera melapor kepada RT setempat ketika meninggalkan rumah untuk mudik Lebaran.
"Kalau dia hunian maka harus lapor kepada RT, terus kemudian Ketua RT bisa mendayagunakan tenaga keamanan di lingkungannya untuk melakukan pemantauan sehari-hari terhadap objek-objek yang ditinggal mudik oleh penghuninya," kata Fathoni saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak abai ketika hendak mudik, yakni mematikan kelistrikan di rumah agar tidak terjadi hubungan pendek arus listrik.
"Nah, bagi para pemilik usaha, saya berharap ketika toko itu mau tutup harus dikonsultasikan terhadap tenaga keamanan masyarakat sekitar," katanya.
Ia mengatakan masyarakat Surabaya ketika hendak mudik sudah terbiasa urunan membayar jasa siskamling setempat untuk menjaga objeknya setiap hari dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Jadi saya pikir itu sudah berlangsung selama ini dengan baik ya, mudah-mudahan warga yang mudik bisa tenang berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman," katanya.
Ia mengatakan rumah yang ditinggalkan di Surabaya itu juga dijaga dengan aman oleh petugas siskamling yang memang sudah melakukan gotong-royong.
"Nah, saya juga berharap teman-teman Satpol PP dan BPBD serta linmas melakukan patroli berkala baik dari potensi gangguan keamanan, ketertiban umum, maupun potensi gangguan bencana ekologi," katanya.
Pemerintah Kota Surabaya menyatakan tradisi mudik setiap tahun selalu diiringi lonjakan mobilitas masyarakat. Dalam periode tersebut, banyak warga meninggalkan Surabaya menuju daerah asal, sementara sebagian lainnya tetap menjalankan aktivitas di dalam kota.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M Fikser, menyampaikan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menerbitkan surat imbauan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang berencana mudik menggunakan kendaraan pribadi.
"Bapak Wali Kota akan menyampaikan surat imbauan kepada warga Kota Surabaya, salah satunya agar masyarakat memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan," kata Fikser.
Ia menegaskan, kesiapan kendaraan menjadi faktor penting untuk mendukung keselamatan perjalanan. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan pemeriksaan atau servis kendaraan terlebih dahulu sebelum berangkat mudik.
"Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, warga juga diminta memperhatikan keamanan rumah yang akan ditinggalkan. Instalasi listrik dan saluran air perlu dicek untuk mencegah potensi gangguan selama rumah tidak dihuni," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026