Menag: Pindapata bukan sekedar tradisi keagamaan tapi pelajaran hidup
- 10 Mei 2026 21:45
Warga mengarak tumpeng ketupat saat perayaan Lebaran Ketupat di Jalan Raya Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026). Lebaran Ketupat di daerah ini ini telah menjadi tradisi khas masyarakat pesisir selatan Trenggalek sejak puluhan tahun lalu, berakar dari ajaran keislaman yang menekankan nilai kebersamaan dan sedekah pada H+7 Idul Fitri atau setelah enam hari pelaksanaan ibadah puasa syawal, yang kemudian berkembang menjadi ikon wisata budaya religi yang banyak direplikasi komunitas Muslim di berbagai wilayah Tanah Air. Antara Jatim/Destyan Sujarwoko/abs
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kedua kanan) menyalami keluarga pengasuh Ponpes Babul Ulum, Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026). Lebaran Ketupat di daerah ini ini telah menjadi tradisi khas masyarakat pesisir selatan Trenggalek sejak puluhan tahun lalu, berakar dari ajaran keislaman yang menekankan nilai kebersamaan dan sedekah pada H+7 Idul Fitri atau setelah enam hari pelaksanaan ibadah puasa syawal, yang kemudian berkembang menjadi ikon wisata budaya religi yang banyak direplikasi komunitas Muslim di berbagai wilayah Tanah Air. Antara Jatim/Destyan Sujarwoko/abs
Warga mengarak tumpeng ketupat saat pawai perayaan Lebaran Ketupat di Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026). Lebaran Ketupat di daerah ini ini telah menjadi tradisi khas masyarakat pesisir selatan Trenggalek sejak puluhan tahun lalu, berakar dari ajaran keislaman yang menekankan nilai kebersamaan dan sedekah pada H+7 Idul Fitri atau setelah enam hari pelaksanaan ibadah puasa syawal, yang kemudian berkembang menjadi ikon wisata budaya religi yang banyak direplikasi komunitas Muslim di berbagai wilayah Tanah Air. Antara Jatim/Destyan Sujarwoko/abs