Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko terganggunya pendistribusian LPG dari Depo Banyuwangi akibat adanya gangguan operasional fasilitas pengisian milik PT MMP Bosowa.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, dan kami menanyakan langsung kondisi objektifnya, dan memang ada persoalan (sengketa lahan) dengan masyarakat," kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Situbondo, Senin.

Sebagai informasi, dalam waktu beberapa hari terakhir, gangguan operasional terjadi akibat adanya penyampaian aspirasi mengenai sengketa lahan tanah dengan warga setempat di lingkungan PT MMP Bosowa, sehingga berdampak pada terbatasnya akses menuju fasilitas pengisian LPG.

Karena situasi tersebut, Rio menambahkan, pihaknya telah meminta Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) agar suplai yang selama ini berasal dari Depo Banyuwangi, bisa dialihkan dari tempat lain supaya tidak terjadi kelangkaan komoditas itu di masyarakat.

"Yang jelas sekarang ini harus mengambil langkah mitigasi oleh kami, supaya masyarakat tidak teriak kekurangan elpiji," kata Rio.

Menurut Rio, pihak Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah alternatifnya yakni dengan mendistribusikan pasokan dari Depo Gresik.

"Ini tidak bisa dibiarkan, dan kami meminta untuk dikirimi dari Depo Gresik, dan rupanya memang dari kemarin sudah dicari alternatif kirim dari Gresik. Oleh karena itu kami minta masyarakat tak perlu panik," ucap dia.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026