Batu - Petani kentang di wilayah Desa Junggo, Kota Batu, melakukan ekspor perdana hasil pertanian mereka ke Singapura sebanyak 32 ton. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Arjuna, Desa Junggo, Lukik Budiarti, Selasa, mengatakan, ekspor perdana dilakukan untuk mencoba pasar luar negeri karena potensi pasar Singapura cukup besar. Dengan ekspor perdana tersebut diharapkan produk kentang nasional bisa bersaing dan semakin dikenal di pasar internasional. Lukik menjelaskan, keberhasilan petani di wilayah Desa Junggo melakukan ekspor perdana ke Singapura, karena sebelumnya telah bertemu dengan sejumlah importir di Singapura. "Dari hasil pertemuan dengan importir, mereka tertarik dengan kentang petani lokal di Kota Batu, sehingga kemudian kita melakukan pembinaan kepada petani," katanya. Dalam pembinaan itu, Gapoktan berhasil mengajak sekitar 27 petani di Desa Junggo dengan luas lahan binaan sekitar 40 hektare. Pembinaan itu dibantu pula oleh Bank Indonesia (BI) yang kemudian membentuk kluster kentang di wilayah Kota Batu. "Dalam pembinaan kepada 27 petani itu kita berhasil panen sebanyak 25 ton, namun sebelumnya kita sudah kirim kentang lokal ke Singapura sebanyak 32 ton," katanya. Sementara Pemimpin BI Malang, Totok Hermiyanto mengatakan, bantuan yang diberikan BI merupakan upaya dalam memberdayakan sektor riil dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) di wilayah Kota Batu. Totok menjelaskan, bantuan itu didasari dari banyaknya kendala petani kentang dalam memasarkan produknya seperti tidak adanya pasar, kepastian harga, kualitas, produk, bibit serta tenaga ahli pendamping. "Dalam bantuan ini, kita juga memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan importir di Singapura, sehingga mereka bisa mengembangkan pertaniannya karena sudah terlihat pasarnya," katanya. Totok berharap, dengan adanya ekpor secara perdana, petani kentang dapat memperkenalkan produknya dan meningkatkan kualitas kentang, sehingga mampu bersaing dengan kentang import.(*)
Berita Terkait
Pupuk Indonesia berhasil salurkan pupuk subsidi di Jatim per 1 Januari
2 Januari 2026 15:08
Petrokimia Gresik siapkan stok pupuk di atas ketentuan demi petani
30 Desember 2025 22:50
Prasetyo Hadi: Pemerintah siap serap hasil panen petani pascabencana
29 Desember 2025 14:50
Menjaga keberlanjutan swasembada beras 2025
29 Desember 2025 09:16
Membaca tanah, menjaga masa depan sawah
25 Desember 2025 16:26
Anggota DPR salurkan bantuan traktor ke petani dukung ketahanan pangan
23 Desember 2025 13:49
Mahasiswa Umsura bantu petani Supiturang lewat dryer dan lampu surya
20 Desember 2025 17:33
Pesawat TNI AU angkut cabai petani Aceh yang jadi korban bencana
18 Desember 2025 06:50
