Malang - Anggota DPR RI dari Komisi I Dr Nurhayati Ali Assegaf minta warga di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang untuk menghilangkan imej negatif tempat wisata religi tersebut. "Selama ini citra Gunung Kawi identik dengan tempat mencari kekayaan secara tidak wajar, sehingga wisatawan yang berziarah ke Gunung Kawi citranya juga ikut negatif karena dikira mencari kekayaan dengan perantara 'penunggu' Gunung Kawi," tegas Nurhayati ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Malang, Kamis. Padahal, lanjutnya, Gunung Kawi merupakan salah satu lokasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, apalagi ketika ada kegiatan besar yang menjadi tradisi masyarakat di wilayah itu. Selain itu, lanjutnya, juga masih banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan untuk menjadi sebuah usaha industri yang mampu meningkatkan kesejateraan warga sekitar. "Poleslah kawasan Gunung Kawi ini menjadi industri wisata dalam satu paket dan mulailah sedikit demi sedikit menghilangkan Gunung Kawi yang identik dengan tempat mencari kekayaan (pesugihan), agar wisatawan bisa merasa nyaman ketika mereka datang ke Gunung Kawi," tegasnya. Menurut politisi dari Partai Demokrat itu, potensi yang bisa dikembangkan di kawasan itu selain wisata religi adalah industri pembuatan lilin yang bisa disuplai untuk memenuhi kebutuhan lilin di lokasi wisata Gunung Kawi. Daripada mendatangkan lilin dari daerah lain melalui distributor (pengusaha) yang harganya mahal, katanya, akan lebih baik diproduksi sendiri oleh masyarakat. Menanggapi perenyataan anggota DPR RI tersebut, salah seorang tokoh pemuda kawasan Gunung Kawi yang berlokasi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Heri mengaku, dirinya pun juga tidak senang dengan imej negatif tersebut. "Yang menciptakan Gunung Kawi identik sekaligus mitos sebagai tempat mencari 'pesugihan' itu, ya masyarakat sendiri. Sebenarnya di areal Gunung Kawi ini adalah makam dua orang tokoh penyebar Agama Islam yang menjadi pengikut setia Pangeran Diponegoro, yakni Raden Mas Kiai Zakaria alias Mbah Jugo dan RM Imam Sujono alias Mbah Sujo," ujanrya. Heri berjanji akan menghilangkan mitos Gunung Kawi sebagai tempat mencari pesugihan tersebut dengan berbagai upaya."Kami akan galang kebersamaan dengan pemuda dan warga lainnya untuk mengembalikan citra Gunung Kawi sebagai areal wisata religi," ucapnya. Areal Gunung Kawi yang berlokasi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, terletak di ketinggian 500-3000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan total luas wilayah mencapai 67 kilometer. Gunung Kawi akan banyak dikunjungi orang pada malam Minggu Legi, Jumat Legi dan tanggal 12 Suro.(*)
Berita Terkait
BPBD: Kebakaran lereng Gunung Kawi sudah padam
10 November 2023 16:02
Medan ekstrem, pemadaman api di lereng Gunung Kawi terkendala
9 November 2023 17:55
BPBD: 46 hektare lahan di lereng Gunung Kawi terdampak kebakaran
9 November 2023 14:15
Polres Malang bantu pemadaman api di hutan lindung lereng Gunung Kawi
8 November 2023 16:34
Pemkab Malang optimalisasi potensi wisata rohani Gunung Kawi.
9 Agustus 2022 18:12
Panen Kopi Gunung Kawi
8 Juni 2021 20:59
Petugas bersama warga bersihkan material sisa banjir di Blitar
31 Januari 2020 21:37
Obama dan Indonesia
6 Juli 2017 12:34
