Malang - Jumlah rumah sakit yang ada di Kota Malang, Jawa Timur, saat ini tidak seimbang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk daerah itu yang mencapai lebih dari 800 ribu jiwa. Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Christea Frisdiantara, Rabu, menyatakan, jumlah rumah sakit (RS) pemerintah dan swasta di daerah itu belum mampu melayani pasien secara maksimal, karena rasio RS dengan jumlah penduduk tidak seimbang. "Apalagi kalau ada wabah atau kejadian luar biasa (KLB) suatu penyakit, RS pemerintah dan swasta tidak mampu menampung pasien terutama RS pemerintah yang tidak hanya melayani pasien dari wilayah Malang Raya (Kota Malang, Batu dan Kabupaten Malang) saja," ujarnya. Oleh karena itu, kata politisi dari Partai Demokrat (PD) tersebut mendesak agar pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemkot Malang segera dituntaskan, karena keberadaannya cukup mendesak. Paling tidak, katanya, dengan jumlah penduduk yang mencapai 800 ribu jiwa lebih itu, Kota Malang masih membutuhkan sekitar 5 RS lagi, apalagi Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang dan RST Soepraoen juga menjadi rujukan dari beberapa daerah terutama Pasuruan dan Blitar. Lebih lanjut, Christea mengatakan, proses pembangunan fisik RSUD yang berlokasi di Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang itu masih sekitar 50 persen dan diharapkan pada 2012 mendatang sudah tuntas, sehingga pada akhir tahun itu (2012) bisa dioperasionalkan. Hanya saja, katanya, RSUD itu nantinya akan lebih banyak menampung pasien kurang mampu karena sebagai RS rujukan bagi para pemegang kartu jaminan kesehatan daerah (jamkesda) dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang didanai dari pusat. Dengan beroperasinya RSUD itu nanti, tegasnya, diharapkan juga ada efesiensi anggaran untuk jamkesda dan jamkesmas yang selama ini dibayarkan ke RST Soepraoen sebagai RS rujukan bagi pemegang kartu jamkesda dan jamkesmas. Klaim dana jamkesda di RST Soepraoen rata-rata mencapai Rp1,2 miliar, diluar tagihan jamkesmas yang didanai dari pemerintah pusat. Jumlah pemegang kartu jamkesda di Kota Malang sekitar 31 ribu jiwa dan jamkesmas sekitar 91 ribu jiwa. "Kalaupun tidak awal tahun, akhir tahun 2012 nanti RSUD sudah bisa dioperasikan dan menerima pasien," katanya. Pembangunan RSUD Pemkot Malang tersebut pada tahap awal mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp17 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp45 miliar. Jumlah RS pemerintah yang ada di Kota Malang saat ini hanya dua, yakni RSSA Malang dan RST Soepraoen. Sedangan RS umum swasta sudah cukup banyak, diantaranya adalah RSI Unisma, RSI Aisyiyah, RS Panti Nirmala, RS RKZ, RS Lavalette.(*)
Berita Terkait
Pemkot Malang targetkan Retribusi Parkir TJU Rp15 miliar untuk 2026
12 Januari 2026 20:00
DPRD Kota Malang: Raperda Ducting demi jaga estetika dan keselamatan
12 Januari 2026 19:58
Dinkes Kota Malang pastikan superflu terkendali dan pasien sembuh
10 Januari 2026 16:30
Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang
10 Januari 2026 13:45
Dinsos Kota Malang ungkap 300 KPM diupayakan graduasi mandiri di 2026
8 Januari 2026 22:25
Pemkot Malang pastikan bantuan korban bencana Sumatra tersalur
8 Januari 2026 20:15
Kota Malang bidik 3,4 juta kunjungan wisatawan pada 2026
8 Januari 2026 17:15
Pemkot Malang perkuat data untuk tingkatkan akurasi pengentasan kemiskinan
7 Januari 2026 19:46
