Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah didistribusikan melalui tiga tahap pengiriman.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos DP3APKB) Kota Malang Donny Sandito di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, menyebut proses pengiriman seluruh bantuan secara bertahap berjalan kurang lebih selama dua pekan.
"Alhamdulillah, dalam waktu seminggu paket bantuan yang terkumpul mencapai lebih dari 72 ton. Bantuan sudah terdistribusi melalui tiga tahap dan selesai seluruhnya pada Senin (5/1)," kata Donny.
Donny menjelaskan gelombang pertama pengiriman bantuan ke daerah terdampak bencana dilakukan melalui Bandara Abdulrachman Saleh Malang.
Kemudian, gelombang kedua dan ketiga pengiriman bantuan menggunakan jalur laut melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) di Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Puluhan ton bantuan yang diperuntukkan bagi korban bencana alam di tiga wilayah provinsi di Pulau Sumatera merupakan hasil gotong royong elemen masyarakat di Kota Malang, mulai warga, organisasi hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Bantuan kemanusiaan dari Kota Malang berisikan paket kebutuhan pokok dan logistik darurat, di antaranya pakaian layak pakai, selimut, alat shalat, sembako, seperti beras, gula, minyak goreng, makanan siap saji, sabun cuci dan sabun mandi, makanan ringan, makanan bayi, susu UHT, pampers, hingga obat-obatan ringan, seperti minyak kayu putih dan disinfektan.
"Harapannya bantuan ini bisa segera terdistribusikan kepada saudara-saudara kita di Aceh maupun wilayah Sumatra lainnya yang terdampak bencana," ucap dia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana membuka penyaluran bantuan lanjutan dengan skema donasi terakreditasi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
Ia menyampaikan pendistribusian bantuan logistik memang membutuhkan penanganan ekstra, sehingga bisa diterima tepat sasaran dan tak memunculkan persoalan di lapangan.
"Intinya niat kita membantu. Yang terpenting bantuan itu bisa cepat dan tepat terdistribusikan kepada para korban," kata Donny.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026