Jember - Komunitas "Centre of Local Economy and Politics Studies" (Coleps) Jember mendesak Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), agar melindungi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin setelah tiba di Indonesia. Sejumlah aktivis Coleps melakukan aksi teatrikal di bundaran DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa sore, yang menggambarkan bahwa kedatangan Nazaruddin akan mendapat ancaman sejumlah pihak karena rawan terhadap intervensi politik. "Nazaruddin sebagai saksi kunci dalam mengungkap skandal kasus korupsi dan suap yang melibatkan sejumlah politisi dan pejabat di tubuh Partai Demokrat, sehingga harus ada perlindungan dari LPSK," kata koordinator Coleps Jember, Sapto Raharjanto. Menurut dia, kemungkinan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut akan menyeret sejumlah nama dalam kasus suap wisma atlet Sea Games di Palembang, kasus proyek pembangunan pusat latihan olahraga di Hambalang Jawa Barat, dan kasus percobaan penyuapan terhadap Sekjen Mahkamah Konstitusi Janedri Gafar. "Posisi Nazaruddin sangat penting untuk mengungkap semua skandal kasus korupsi yang diduga melibatkan sejumlah politisi dan pejabat itu, sehingga harus ada jaminan perlindungan yang ekstra dari Polri dan LPSK," tegasnya. Ia berharap Nazaruddin memberikan keterangan yang benar dan membuka semua data kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar seluruh kasus skandal korupsi tersebut dapat terungkap
Berita Terkait
Polres Jember selesaikan 2.102 perkara kriminal selama 2025
31 Desember 2025 06:35
Okupansi penumpang di Bandara Jember meningkat saat libur Nataru
30 Desember 2025 16:33
Puluhan Gen Z ikuti diskusi bedah buku Reset Indonesia di Jember
30 Desember 2025 11:19
Polres Jember selidiki penyebab empat orang meninggal usai pesta miras
30 Desember 2025 06:15
Daop 9 Jember catat pertumbuhan penumpang 13 persen saat Nataru
29 Desember 2025 15:16
