Pasuruan – Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Sruwi, Winongan, Pasuruan, Jawa Timur, memberdayakan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk melakukan budi daya tanaman kayu putih hingga penyulingan. Kepala RPH Sruwi, Margono yang ditemui Selasa, menyebutkan, RPH Sruwi yang mempunyai 5 unit ketel mampu menyuling bahan baku daun kayu putih sedikitnya 5 ton per hari, dengan hasil sekitar 15 luier minyak kayu putih dengan rendemen 0,75 persen. Disebutkan, bahan baku daun kayu putih di peroleh dari hutan yang dikelola Perhutani di Wilayah Swiongan, Lumbang, serta Grati. Sedangkan minyak kayu putih yang dihasilkan dijual Perhutani di perusahaan-perusahaan minyak kayu putih. Tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan penyulingan sebanyak 10 orang untuk mengoperasikan 5 unit ketel. Namun, lanjut Margono, jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam industri penyulingan minyak kayu putih sebenarnya jauh lebih baanyak. Disebutkan, untuk dapat memproduksi daun kayu putih Perhutani melibatkan LMDH di sekitar wilayah Kecamatan Winongan, Lumbang, dan Grati, yang jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Ratusan tenaga di sekitar hutan tersebut terlibat dalam kegiatan budidaya, mulai dari penanaman pohon, pemeliharaan, memanen, seta menyulingnya. Sedangkan pemasaran minyak kayu putihnya ditangani langsung Perhutani yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan minyak kayu putih bermerk. Unit ketel penyulingan minyak kayu putih di RPH Sruwi masih menggunakan teknologi tepat guna secara manual. Kegiatan penyulingan juga nyaris tidak menimbulkan polusi. Sebab, jelasMargono, penyulingan menggunakan bahan bakar eresah dan ranting daun yang telah usai disuling. Sedangkan abu bekas pembakaran juga dimanfaatkan untuk pupuk organik, sehingga kegiatan nyaris tanpa menimbulkan polusi.
