Madiun - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menilai produksi beras di wilayah setempat selama musim kemarau (MK) I menurun hingga 25 persen jika dibandingkan dengan musim tanam sebelumnya. "Akibat serangan hama wereng dan lainnya, diperkirakan produksi padi di Kabupaten Madiun akan menurun hingga 25 persen pada musim tanam kali ini atau musim kemarau (MK) I, jika dibandingkan pada musim penghujan (MP)," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun, Edy Bintarjo, Selasa. Namun, meski terjadi penurunan produksi, keadaan ini secara umum tidak sampai memengaruhi ketahanan pangan di Kabupaten Madiun. Amannya stok pangan di wilayahnya ini disebabkan oleh bertambahnya luasan lahan padi yang ditanam pada musim kemarau (MK) I. Meskipun secara produksi ada penurunan hingga 25 persen dari hasil panen petani, namun stok pangan tertutup oleh luasan lahan sawah yang bertambah. Berdasarkan catatan Dinas Pertanian setempat, total luas lahan padi pada MK I mencapai 30.000 hektare lebih. Jumlah ini hampir sama dengan luasan pada MP yang biasanya mencapai 35.000 hektare. Hal ini karena kebutuhan air sangat tercukupi sebagai imbas dari tingginya curah hujan di musim kemarau. Sedangkan biasanya, pada MK I luasan lahan yang ditanami padi hanya mencapai 15.000 hingga 20.000 hektare di seluruh Kabupaten Madiun. "Selain itu, pihak BKP dan Dinas Pertanian setempat masih dapat meningkatkan lagi produksi pangan pada masa tanam MK II. Sehingga, jika dihitung dalam masa satu tahun, meski tidak ada peningkatan dari tahun 2010, stok pangan di Kabupaten Madiun pada tahun ini masih aman," terang Edy. Adapun stok beras pada tahun 2010, tercatat mencapai 429.031,98 ton. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Madiun masih surplus beras sebanyak 168.797,76 ton. Keadaan ini juga masih ditunjang dengan ketersediaan bahan pangan lainnya yang cukup di Kabupaten Madiun, seperti komoditas ubi kayu, ubi jalar, jagung, kedelai, dan tanaman hortikultura. Kasie Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Madiun, Sumanto, mengatakan luas total lahan tanaman padi pada MK I kali ini mencapai 32.000 hektare. Sebanyak 4.421 hektare di antaranya terancam gagal panen akibat serangan hama wereng. "Sedangkan dari jumlah 4.421 hektare yang teracam itu, 515 hektare di antaranya dipastikan gagal panen, karena tanaman sudah tidak dapat diselamatkan lagi," papar Sumanto.
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
