Surabaya (ANTARA) - Pekan Olahraga Masyarakat Kota (Pormaskot) tahun 2022 atau event olahraga antarkecamatan se-Kota Surabaya yang digelar di area Stadion Gelora Bung Tomo pada 15-21 Oktober 2022 menjadi ajang pembibitan atlet sejak dini.
"Makanya saya berharap mereka ini bisa menjadi bibit-bibit baru yang nantinya bisa berkontribusi dalam berbagai kompetisi olahraga, seperti Porprov dan even olahraga lainnya," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya Wiwiek Widayati usai menutup Pormaskot di GOR Indoor Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat.
Tahun ini, ada tujuh cabang olahraga yang dilombakan dalam Pormaskot yaitu atletik, bulu tangkis, tenis meja, bola voli, catur, futsal usia 12 tahun, dan senam gemufamire.
Menurut dia, Pormaskot ini penting dilakukan untuk proses regenerasi para atlet sehingga pembibitan atlet sejak dini harus terus dilakukan secara komprehensif.
"Pormaskot ini adalah bagian dari program itu, program pembibitan atlet yang dilakukan sejak dini," kata dia.
Wiwiek mencontohkan para pemain futsal yang masih usia 12 tahun namun sudah lihai mengocek bola.
Menurut dia, jika mereka ini dilatih dan diasah terus menerus,maka dia sangat yakin pemain itu akan semakin matang dan bisa menjadi pemain profesional.
"Makanya, kami berharap even ini bisa berkontribusi besar dalam upaya pembibitan para atlet sehingga bisa diunggulkan dalam setiap kompetisi ke depannya," ujar dia.
Pada penutupan Pormaskot itu, diserahkan medali bagi para pemenang, bahkan saat itu juga diserahkan piala bergilir juara umum.
Tahun ini, juara umum itu diraih oleh Kecamatan Sawahan meraih 7 emas, 2 perak dan 1 perunggu dengan raihan 43 poin.
"Atas nama Pemkot Surabaya, saya sampaikan selamat kepada Kecamatan Sawahan yang tahun ini berhasil membawa piala bergilir juara umum. Saya juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini," kata dia.
