Potensi bencana tersebut dapat menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian sarana dan prasarana, kerugian harta benda serta dampak psikologi
Mojokerto (ANTARA) -
Sebanyak 225 relawan satuan tugas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Jawa Timur ikuti pelatihan menghadapi peran dalam situasi kebencanaan serta menumbuhkan jiwa semangat menolong dalam situasi bencana.
 
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Sabtu, mengatakan Kabupaten Mojokerto secara geografis, geologis, hidrologis dan demografis memiliki wilayah yang rawan dari berbagai ancaman bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, non alam maupun faktor manusia.
 
"Potensi bencana tersebut dapat menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian sarana dan prasarana, kerugian harta benda serta dampak psikologi. Dan dalam keadaan tertentu akan menghambat pelaksanaan pembangunan," katanya saat membuka pelatihan tersebut.
 
Ia mengatakan masyarakat dan para pemangku kebencanaan memiliki lima cara pandang dan kerangka berpikir yang sama.

Pertama perlu adanya perubahan paradigma dari reaktif menjadi proaktif dari penanganan darurat menjadi pengurangan risiko dan dari urusan pemerintah menjadi urusan bersama.
 
"Kedua, perlu membangun sistem penanggulangan bencana yang komprehensif dan mencakup semua aspek pembangunan daerah. Ketiga, perlu membentuk karakter masyarakat yang peduli dengan sesama, utamanya kepada korban bencana tanpa memandang suku, agama maupun ras," ujarnya.
 
Keempat, kata dia, pemerintah tidak dapat melakukan penanggulangan bencana sendiri, sehingga semua pemangku kepentingan penanggulangan bencana seperti masyarakat dan dunia usaha hendaknya bahu-membahu bersama pemerintah merapatkan barisan dalam kegiatan penanggulangan bencana.
 
Kelima, lanjut dia, pentingnya peningkatan kapasitas, kemampuan dan ketrampilan setiap pelaku penanggulangan bencana.
 
"Dalam kegiatan ini peserta juga diharapkan bisa mendapatkan kompetensi, keterampilan dan teknik yang lebih mendalam yang dibutuhkan dan sanggup dalam menghadapi dan mengambil peran dalam situasi kebencanaan," kata Bupati Mojokerto.
 
Ia mengapresiasi satuan tugas RAPI Jatim atas kerja sama dan komitmennya dalam membangun jawa timur menjadi provinsi yang tangguh bencana. Ia berharap hubungan kerja sama antara BPBD, OPD teknis, organisasi relawan mitra BPBD, dunia usaha, akademisi, media dan masyarakat yang terjalin dengan baik.


Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2026