Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Jawa Timur, terus menggelar bimbingan teknis pemasaran guna memacu kreatifitas desa wisata untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Wakil Bupati Moch Rizal Octavian dalam keterangannya di Mojokerto, Selasa, mengatakan desa wisata harus mampu menjual pengalaman dan kenangan berkesan agar pengunjung bisa membawa cerita positif yang bisa menjadi sarana promosi alami.
"Desa wisata itu menjual rasa, menjual pengalaman, dan menjual kenangan, jadi kita harus mulai belajar, bagaimana caranya agar setelah mereka (pengunjung) datang, mereka pulang dengan membawa cerita yang baik untuk dibagikan ke orang lain," katanya di sela kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto.
Ia mengatakan, kegiatan bimbingan teknis pemasaran tersebut meliputi branding, advertising, dan selling bagi desa wisata yang ada di kabupaten setempat.
Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung regulasi dan pembangunan infrastruktur penunjang, namun, keberhasilan sektor pariwisata sepenuhnya berada di tangan para pengelola sebagai garda terdepan di lapangan.
"Kami di jajaran Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus berupaya memberikan dukungan, baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur penunjang, namun keberhasilan sesungguhnya ada di tangan Anda semua (pegiat desa wisata) sebagai pengelola di lapangan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi merupakan kunci utama kesuksesan pariwisata, di mana setiap desa wisata harus saling mendukung dan bersinergi alih-alih terjebak dalam persaingan yang tidak sehat.
Ia mengajak para pengelola untuk tidak berjalan sendiri-sendiri demi menciptakan ekosistem wisata daerah yang kuat dan berkelanjutan.
"Kolaborasi adalah kunci, jangan berjalan sendiri-sendiri, desa wisata yang satu dengan yang lain harus saling mendukung, bukan malah bersaing yang tidak sehat," ucapnya.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan bimbingan teknis ini mengajak peserta tidak hanya jago memotret dan menulis caption yang menarik, tetapi juga fokus pada cara menjaga keberlanjutan desa wisata.
Tujuannya, kata dia, agar pengelola tidak cuma pintar promosi, tetapi juga mampu memastikan desa wisata masing-masing untuk tetap eksis dan berkembang dalam jangka panjang.
"Dalam bimbingan teknis ini, kita tidak hanya belajar bagaimana cara memotret yang bagus, bagaimana cara membuat caption yang menarik, tapi juga bagaimana menjaga keberlanjutan dari desa wisata itu sendiri," tuturnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026