"Itu informasi bohong alias hoaks. Jangan dipercaya. Salah satu cirinya kalau itu informasi hoaks, sumber informasinya nggak jelas," kata Fathor Rakhman di Situbondo, Jawa Timur, Rabu.
Arsip yang tersebar merupakan nama-nama tenaga honorer yang lulus passing grade dan dinyatakan diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terbagi di setiap kabupaten/kota termasuk Situbondo.
Ia menegaskan bahwa arsip tersebut disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah kegalauan ribuan guru honorer.
Meskipun kabar ini sudah viral di media sosial, hingga saat ini belum ada satu pun tenaga honorer yang bertanya atau melakukan klarifikasi kepada BKPSDM setempat.
"Sepertinya mereka mengerti kalau itu adalah informasi bohong. Belum ada satu pun yang melakukan konfirmasi kepada kami soal edaran format excel itu," ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo itu mengimbau kepada para tenaga honorer untuk tidak mudah percaya segala bentuk informasi yang sumbernya tidak jelas.
"Kemendikbudristek sampai sekarang belum mengumumkan nama-nama tenaga honorer yang lulus batas nilai minimal seperti yang beredar,," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026