Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut sosok Ketua DPR RI Puan Maharani lekat dengan Kota Surabaya karena selain cucu dari Presiden pertama RI Soekarno juga ikut dalam dinamika perjuangan Megawati di era Orde Baru.

"Alhamdulillah, kami berterima kasih ke Mbak Puan Maharani yang berkunjung ke Surabaya, bertemu dengan masyarakat Surabaya, di pasar dan kampung-kampung. Insyaallah ini membawa kabar baik bagi Surabaya," kata Eri Cahyadi saat mendampingi Puan Maharani mengunjungi Kampung Tempe di Surabaya, Rabu.

Menurut Eri, sosok Puan Maharani sangat lekat dengan Surabaya. Kakek Puan, yaitu Bung Karno, lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901, ketika fajar menyingsing.

Di Surabaya pula, Bung Karno menghabiskan masa mudanya dengan belajar di tempat tokoh Islam tersohor Haji Oemar Said Tjokroaminoto di kawasan Peneleh.

Dalam dinamika masa mudanya, Bung Karno belajar ke HOS Tjokroaminoto. Dari sana cikal-bakal pemikiran nasionalisme Bung Karno terbentuk. Artinya, di Surabaya, Bung Karno mulai membayangkan tentang Indonesia Raya.

"Dan kita hari ini bersyukur, cucu Bung Karno, yaitu Mbak Puan Maharani berkunjung ke Surabaya. Beliau sangat lekat dengan Surabaya," katanya.

Selain karena faktor Bung Karno, kedekatan Puan dengan Surabaya juga terbentuk karena kehadiran Puan dalam dinamika perjuangan Megawati Soekarnoputri di era Orde Baru. 

Pada 1993, terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Sukolilo, Surabaya. Itulah perlawanan terbuka terhadap pemerintahan Orde Baru, ketika Megawati secara de facto terpilih sebagai ketua umum
PDI, namun tidak dikehendaki pemerintah.

"Ketika itu Mbak Puan juga hadir di Sukolilo. Mbak Puan kemarin bercerita kehadirannya mendampingi perjuangan Ibu Megawati dalam mewujudkan kehidupan demokrasi di Indonesia. Saya juga pernah lihat foto Mbak Puan ketika hadir di Sukolilo waktu 1993 itu. Jadi, kedekatan Mbak Puan dengan Surabaya memang secara historis sangat kuat," kata Eri.

Eri Cahyadi tampak intens mendampingi Puan. Ia menjemput Puan di Bandara Juanda, Selasa (1/3), lalu mendampingi ketika silaturahim ke sejumlah kiai sepuh di PWNU Jawa Timur, kemudian bertemu dengan para kader PDI Perjuangan Surabaya. Eri juga tampak saat Puan menghadiri konsolidasi PDIP Jawa Timur.

Pada Rabu (2/3), Eri mendampingi Puan menyusuri Pasar Tambahrejo untuk mengecek harga bahan pokok serta menyerap aspirasi para pedagang. Eri juga hadir ketika cucu proklamator RI itu turun ke kampung tempe di kawasan Sukomanunggal.
 

Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026