Surabaya (ANTARA) - Kawasan pondok pesantren di Jagir Sidosermo, Kota Surabaya, Jawa Timur atau yang akrab disebut Ndresmo disiapkan menjadi Kampung Santri.
"Nantinya, kawasan ini akan menjadi lokasi bersejarah dan legendaris, sehingga dapat dijadikan sebagai jujukan wisata religi," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, pengembangan Kampung Santri tahun ini masih fokus pada pembenahan infrastruktur dasar, termasuk fasilitas umumnya, mulai dari pavingisasi, rehab bangunan-bangunan pondok, juga pemugaran makam Assayyid Ali Ashgar Basyaidan.
"Semuanya alhamdulillah sudah selesai kita lakukan," katanya.
Pada tahun depan, pihaknya akan mengonsolidasikan beberapa pemangku kepentingan untuk menggarap Ndresmo lebih serius sebab potensi pengembangan Ndresmo cukup besar. Hal itu bisa dilihat dari acara pengajian seperti selawatan, istigasah, hingga zikir bersama cukup banyak.
Bahkan, lanjut dia, hampir setiap bulan selalu ada kegiatan tersebut sehingga cocok untuk dijadikan Kampung Santri.
"Jika penataan kegiatannya optimal, semakin banyak masyarakat yang mengikuti pengajian di sini yang akan bisa menggerakkan ekonomi warganya, termasuk para santri juga," kata Eri yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya tersebut.
Selain itu, kata dia, Kampung Santri akan berfokus pada potensi pengembangan pondok pesantren di Ndresmo. Para santri bisa didorong untuk berdaya secara ekonomi dengan meningkatkan kemampuan kewirausahaan, kepemimpinan dan managemen. Tujuannya, para santri-santri lulusan Ndresmo tidak hanya ahli dalam bidang agama, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja.
"Apalagi mereka tinggal di Surabaya yang pertumbuhan investasi dan ekonominya juga sangat bagus. Santri bisa ikut mengambil peran di bidang ekonomi," katanya.
Pondok-pondok di kawasan Ndresmo juga bisa dikerjasamakan dengan pondok-pondok pesantren luar Surabaya, terutama pondok yang mempunyai inovasi dalam pengembangan ekonomi santri.
"Beberapa pondok yang saya temui memberdayakan santri di bidang perkebunan cokelat, kopi, bahkan sudah memiliki jaringan penjualan kopi hingga ke daerah-daerah. Ini bisa kita kolaborasikan nantinya," katanya.
Salah seorang kiai di Ndresmo, K.H. Mas Ahmad Nasrohuddin, menyatakan bahwa Ndresmo memang sudah layak menjadi Kampung Santri. Di samping karena banyaknya santri dan pondok pesantren, keunikan Ndresmo yang berada di tengah kota juga bisa menjadikannya daya tarik.
"Kami sudah mendengar adanya wacana Kampung Santri dari Pemkot Surabaya. Saya kira ini jadi hal yang positif. Kami dan pemkot akan membahas lebih jauh lagi rencana ini. Alhamdulillah, beberapa pembenahan sudah dilakukan pemkot di Ndresmo. Ini jadi langkah yang baik sebelum membahas lebih jauh lagi soal pembangunan Kampung Santri," katanya.
