Pendidikan antikorupsi segera masuk kurikulum sekolah di Tulungagung

id pendidikan antikorupsi,korupsi tulungagung, KPK di Tulungagung, roadshow bus KPK jelajah negeri

Pendidikan antikorupsi segera masuk kurikulum sekolah di Tulungagung

Penasehat KPK M Tsani Annafari (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Bupati Tulungagung Maryoto Birowo (kanan) saat pembukaan bazaar layanan publik di GOR Lembupeteng, Tulungagung, Selasa (17/9/2019)

Tulungagung (ANTARA) - Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menegaskan komitmen pemerintah daerahnya dalam memperluas zona integritas di setiap lembaga layanan publik, serta memasukkan pendidikan antikorupsi dalam kurikulum sekolah.

"Dalam waktu dekat pendidikan antikorupsi ini kami masukkan dalam kurikulum sekolah," kata Bupati saat menyambut kedatangan "Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri" di Tulungagung, Rabu.

Penegasan soal komitmen pendidikan antikorupsi di sekolah mulai tingkat SD, SMP hingga SMA itu sehari sebelumnya juga ditegaskan Maryoto saat memberi sambutan pembukaan bazaar layanan publik bertema bebas korupsi di lapangan GOR Lembupeteng, Tulungagung.

Menurut Maryoto di hadapan penasehat KPK M Tsani Annafari dan tim koordinasi sosialisasi pencegahan korupsi KPK, bahwa kurikulum pendidikan antikorupsi telah diperkuat melalui Peraturan Bupati 34/2015 tentang Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan.

Pendidikan antikorupsi ini sangat penting ditanamkan sejak dini. Apalagi nantinya akan membentuk sebuah karakter positif ketika dewasa nanti.

Diharapkan, ke depan anak-anak terbiasa berbuat jujur, disiplin, dan berintegritas. Yang paling penting adalah penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kurikulum ini diharapkan bisa membentuk sikap positif, di antaranya menanamkan nilai kesederhanaan, kejujuran, disiplin, berani, adil, peduli, mandiri, kerja keras, dan tanggung jawab," ujarnya.

Bupati Tulungagung juga menyatakan komitmennya dalam mewujudkan good and clean government.

Dia pun berterima kasih kepada KPK yang sudi datang memberikan edukasi kepada masyarakat. "Kami menyambut positif adanya "Road Show Bus KPK."

Sementara itu, penasihat KPK M Tsani Annafari mengapresiasi strategi dan inovasi yang dilakukan Pemkab Tulungagung pasca-OTT (operasi tangkap tangan) beberapa waktu lalu di Tulungagung.

Khususnya dalam hal pembentukan kurikulum antikorupsi yang bisa diajarkan di seluruh satuan pendidikan. Kendati demikian, dia berharap apa yang sudah baik hari ini bisa terus dijalankan ke depannya.

"Jangan hanya baik saat bus KPK hadir di sini saja, tetapi untuk selanjutnya harus terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar