Surabaya (ANTARA) - Pasar elektronik di Indonesia diprediksi tumbuh 10 persen pada 2019 dibanding 2018, dan permintaannya pada semester dua akan lebih baik dibanding pertama karena momen Pemilu sudah selesai, kata Presiden Direktur Hartono Elektronik, Roy Suprapto.
Roy di Surabaya, Selasa, mengatakan dengan prediksi itu, pihaknya menargetkan sampai akhir 2019 mampu mencatatkan pertumbuhan 10 persen dibanding 2018.
Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan berbagai promo menarik ke konsumen hingga melakukan ekspansi outlet baru demi memperluas pasar.
"Yang terdekat kami akan membuka super store pertama di Jakarta pada 8 Juli 2019 dengan luas lebih dari seribu meter persegi," katanya.
Hartono, kata Roy juga fokus membidik segmen daring yang pertumbuhan memiliki tren positif meski kontribusinya masih kecil jika dibandingkan dengan penjualan melalui gerai, sekitar 8-9 persen.
"Untuk segmen daring, kami sedang gencar mengedukasi masyarakat tentang aplikasi MyHartono, aplikasi belanja kami yang sudah ada sejak 2015," kata Roy.
Direktur UFO Elektronik Poedji Harixon dikonfirmasi mengaku optimistis juga dengan pertumbuhan itu, dan sedang menggenjot kinerja bisnisnya, pihaknya juga dengan menambah dua outlet sampai tahun 2020.
Ia mengatakan, sampai akhir 2019 satu outlet akan dibangun di Jawa Tengah dan satu outlet lagi pada 2020 di Jatim, dan total sampai saat ini gerai UFO elektronik sudah mencapai 18 yang tersebar di pulau Jawa.
Sales General Manager Electronic City (EC) Tri Agus Winarko mengatakan, dengan prediksi pertumbuhan 10 persen itu pihaknya juga melakukan penambahan outlet baru, dan menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menaikkan penjualan.
"Sampai sekarang kami telah memiliki 58 toko di Indonesia. Pada awal 2019 ini kami membuka tiga gerai baru. Kemudian sampai Desember kami berencana ekspansi membuka tiga hingga empat gerai baru lagi," katanya.
Ia berharap, prediksi penjualan elektronik di Indonesia tersebut bisa terus positif dan diiringi membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional.
