Nasabah bank di Situbondo jadi korban pembobolan ATM

id pembobolan ATM,ATM nasabah bank Situbondo dibobol,ATM BRI,Situbondo,polres situbondo

Nasabah bank di Situbondo jadi korban pembobolan ATM

(Ilustrasi) - Dua petugas Sat Reskrim Polresta Pontianak membawa barang bukti usai memeriksa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI yang dibobol di kawasan Tanjung Raya II, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (26/3/2019). (ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG)

Pihak bank (BRI) pada Senin (8/4) besok katanya akan konfirmasi dengan petugas ATM
Situbondo (ANTARA) - Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Situbondo, Jawa Timur, diduga menjadi korban pembobolan ATM dengan modus kartu ATM tertelan di mesin anjungan tunai mandiri saat transasksi penarikan uang tunai.

"Memang benar seorang perempuan melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Situbondo, namun BRI juga akan melakukan pengecekan dan konfirmasi di lokasi ATM saat korban mengaku kartu ATM-nya tertelan," kata Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptul Pol Nanang Priambodo di Situbondo, Minggu.

Ia mengatakan, dugaan pembobolan uang di anjungan tunai mandiri (ATM) dengan modus pelaku meletakan alat sehingga ATM milik korban Siska Maulana Dewi (20) warga Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan.

Sesuai laporan, kata dia, nasabah bank tersebut mengaku uang sebesar Rp12 juta raib dibobol usai ATM miliknya tertelan di mesin ATM.

"Pihak bank pada Senin (8/4) besok katanya akan konfirmasi dengan petugas ATM dan sekaligus akan mengecek CCTV di ATM untuk mengetahui kebenarannya," ujarnya.

Informasi dihimpun, duaan pembobolan uang nasabah bank ini bermula saat Siska mengambil uang di ATM BRI Kecamatan Mlandingan.

Lalu, Siska yang tak tahu cara mengambil ATM miliknya yang tertelan, kemudian pulang ke rumahnya dan korban baru mengetahui uangnya dibobol saat akan mengambil uang menggunakan buku tabungan.

Dan korban pun terkejut, karena uangnya hanya tersisa Rp81.000, padahal saldo saat mengambil terakhir di ATM tersisa sebesar Rp12.381.000.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar