Mahasiswa Fisioterapi UMM Latih BWP Lapas Wanita Sukun Atasi Nyeri Pinggang

id mahasiswa fisioterapi UMM, lapas wanita sukun

Mahasiswa Fisioterapi UMM Latih BWP Lapas Wanita Sukun Atasi Nyeri Pinggang

Mahasiswa Prodi Fisioterapi Fikes UMM memberikan penjelasan terkait bagaimana mengatasi nyeri pinggang di hadapan Warga Binaan Lapas Wanita Kelas II Sukun Kota Malang, belum lama ini (Endang Sukarelawati)

"Nah, di Lapas Wanita Kelas II Sukun ini yang mengalami nyeri pinggang atau "low back pain" cukup banyak, sekitar 35 orang. Nyeri pinggang yang dialami WBP ini rata-rata disebabkan aktivitas hidup yang sehari-harinya mengerjakan hal-hal berat," kata Wofi.
Malang (Antaranews Jatim) - Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan pelatihan bagaimana mengatasi nyeri pinggang secara mandiri bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II Sukun, Kota Malang.
     
Wofi Toyyibatul Chusna, salah seorang mahasiswa praktik program studi (Prodi) Fisioterapi Fikes UMM di Malang, Minggu, mengatakan nyeri pinggang bisa dialami siapa saja, terutama orang-orang yang banyak duduk, aktivitas mereka tidak banyak bergerak, dan sering mengangkat barang berat.
      
"Nah, di Lapas Wanita Kelas II Sukun ini yang mengalami nyeri pinggang atau "low back pain" cukup banyak, sekitar 35 orang. Nyeri pinggang yang dialami WBP ini rata-rata disebabkan aktivitas hidup yang sehari-harinya mengerjakan hal-hal berat," kata Wofi di Malang, Jawa Timur.
      
Wofi berharap program pelatihan fisioterapi, khususnya utnuk mengatasi nyeri pinggang ini dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama antara Lapas dengan kampus UMM. Dalam pelatihan tersebut, para praktikan Fisioterapi Fikes UMM ini bekerja sama dengan salah satu komunitas kesehatan, Sportphysio.
      
Sementara itu, Ali Multazam, salah seorang yang menggawangi Sportphysio UMM menyatakan agenda tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi WBP, sekaligus menjadi momen memfamiliarkan profesi fisioterapi kepada masyarakat.
       
"Sebenarnya fisioterepi dibutuhkan oleh masyarakat, karena fisioterapi berbicara fungsi dan gerak serta bagaimana menjaga raga agar tetap bugar dan terjaga," tuturnya.
       
Ia mengaku yang melatarbelakangi memberikan pelatihan fisioterapi bagi WBP Lapas Wanita Kelas II Sukun tersebut, karena di Lapas tesrebut belum trsedia tenaga ahli fisioterapi.
      
"Kondisi inilah yang mendorong kami untuk menularkan ilmu dan pengetahuan kami kepada WBP di lapas tersebut, dengan harapan mereka mampu melakukan penanganan mandiri ketika mengalami nyeri pinggang, bahkan bisa membantu WBP lainnya," ucap Ali Multazam yang akrab disapa Azam.
      
Salah seorang WBP Lapas Wanita Kelas II Sukun Kota Malang Fenny mengmukakan banyak WBP di sini (Lapas) mengeluh sakit pinggang. "Sepertinya karena aktivitas yang dilakukan cukup berat seperti mengangkat barang, galon air, ditambah dengan faktor usia," ucap Fenny.
       
Fenny berharap program ini dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama antara Lapas dengan kampus UMM. "Kalau pelatihan ini bisa berlanjut bisa membantu para WBP bisa mengatasi masalahnya terkait nyeri pinggang ini, bahakn kalau sudah keluar dari Lapas bisa menulakannya pada orang lain," pungkasnya. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar