Anggota DPR RI Pantau Kesiapan Pemilu di Lapas

id Kanwilkumham Jatim, Imigrasi Klas I Khusus Surabaya, Lapas Klas I Surabaya

Anggota DPR RI Pantau Kesiapan Pemilu di Lapas

Kunjungan Anggota DPR RI Adies Kadir di Lapas Klas I Surabaya di Porong Sidoarjo Jatim, Senin (7/1) (Ist)

Saya akan berkoordinasi dengan Mendagri dan Menkumham. Tujuannya, supaya seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) bisa menyalurkan hak suaranya sebagai Warga Negara. Kami akan selalu memperjuangkan hak pilih WBP, termasuk mendorong pihak Lapas agar melakukan pembinaan sehingga WBP tidak apatis dan golput
Sidoarjo (Antaranews Jatim) - Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir memantau kesiapan pemilihan umum (pemilu), khususnya terkait daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di dalam Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin.

"Saya akan berkoordinasi dengan Mendagri dan Menkumham. Tujuannya, supaya seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) bisa menyalurkan hak suaranya sebagai Warga Negara. Kami akan selalu memperjuangkan hak pilih WBP, termasuk mendorong pihak Lapas agar melakukan pembinaan sehingga WBP tidak apatis dan golput," katanya di Sidoarjo.

Sementara itu, Kalapas Kelas I Surabaya Suharman menjelaskan tentang kondisi Lapas yang mengalami overkapasitas.

"Dari kapasitas ideal yang hanya 1.050 orang, Lapas yang terletak di Porong itu dihuni 2.504 orang. Kondisi ini tidak diimbangi dengan jumlah petugas. Dengan pendekatan yang kami lakukan, Alhamdulillah kondisi Lapas Porong masih aman," ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi DPT saat ini berjumlah 219 orang. Sedangkan, penghuni yang sudah terekam e-KTP sejumlah 621 orang (Diapendukcapil Surabaya) dan 144 orang (Dispendukcapil Sidoarjo).

"Jumlah penghuni Warga Surabaya dan Sidoarjo hanya 50 persen saja, sisanya merupakan warga luar Sidoarjo Surabaya dan luar Jatim," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Adies Kadir juga melakukan kunjungan ke Kantor Imigrasi Khusus Surabaya untuk melihat layanan yang ada di tempat itu.

Dia meminta supaya pelayanan kepada masyatakat terus ditingkatkan terutama dalam merespon kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

"Apalagi, jika gedung layanan yang sudah 50 persen sudah selesai dibangun. Sekarang saja, meski baru separuh tapi pelayanannya sangat memuaskan, nanti kalau sudah jadi harus lebih baik lagi," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar