Haji asal Sumenep Meninggal dalam Perjalanan Pulang

id haji meninggal, kloter 11, debarkasi surabaya, ppih debarkasi surabaya, jamaah haji sumenep

Haji asal Sumenep Meninggal dalam Perjalanan Pulang

Sejumlah jamaah haji terlihat menggunakan kursi roda tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)

Kesehatannya tercatat mulai memburuk sejak Senin, 27 Agustus, atau sekitar tiga hari menjelang pemulangan menuju Tanah Air
Surabaya (Antaranews Jatim) - Seorang haji asal Kabupaten Sumenep, Pulalu Madura, Jawa Timur, meninggal dunia saat perjalanan pulang dari Tanah Suci menuju kampung halaman.

Muhammad Rafik, nama haji berusia 75 tahun itu, tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 Debarkasi Surabaya, yang tiba di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, pada sekitar pukul 03.20 WIB, tadi pagi.

"Pasien meninggal karena gagal nafas. Turun dari pesawat, pasien lansung dievakuasi dengan ambulans untuk dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya. Di tengah perjalanan sebelum masuk rumah sakit beliaunya sudah meninggal dunia," ujar Wakil Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya dr Zainul kepada wartawan di Surabaya, Jumat malam.

Dia mengisahkan, Muhammad Rafik tidak mengalami masalah kesehatan selama berada di Tanah Suci.

"Beliau punya riwayat penyakit emfisema dan gagal jantung sejak lima tahun yang lalu. Namun semula kesehatannya baik-baik saja selama berada di Tanah Suci," katanya.

Kesehatannya tercatat mulai memburuk sejak Senin, 27 Agustus, atau sekitar tiga hari menjelang pemulangan menuju Tanah Air.

"Saat itu Muhammad Rafik segera ditangani oleh Tim Kesehatan, di antaranya dilakukan terapi nebuleser dan diinfus hingga keadaannya kembali membaik," ucap Zainul.

Di atas pesawat Saudia Arabian Airlines nomor penerbangan SV5410 yang membawanya pulang ke Tanah Air bersama rombongan kloter 11 lainnya, kondisi Muhammad Rafik, yang saat itu terus didampingi putranya, Ahmad Ghozali, terlihat kembali memburuk.

"Pasien mengalami `apnea` di atas pesawat. Oleh tim kesehatan diberikan berbagai tindakan medis hingga nafas pasien mulai teratur.Selanjutnya dokter menyarankan untuk memakai O2 sampai tiba di tanah air," katanya.

Pasien terpantau kembali mengalami sesak nafas bersamaan saat pesawat mendarat di Bandara Juanda pada sekitar pukul 03.05 WIB.

"Kami segera mengevakuasinya menggunakan ambulans untuk dilarikan ke Rumah Sakit Haji Surabaya. Namun beliau meninggal dunia di tengah perjalanan di atas ambulans pada sekiar pukul 03.20 WIB," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar