Kasus Penyakit Demam Berdarah di Ngawi Menurun Signifikan

id Kasus Penyakit Demam Berdarah di Ngawi Menurun Signifikan, demam berdarah, demam berdarah ngawi, puskesmas, jumatik, dinas kesehatan ngawi, dinkes ngawi, musim hujan, pemberantasan sarang nyamuk, KLB demam berdarah, penyemprotan

Kasus Penyakit Demam Berdarah di Ngawi Menurun Signifikan

Seorang petugas Dinas Kesehatan Bojonegoro melakukan pengasapan membasmi nyamuk penyebab DBD. (Ilustrasi)

Ngawi (Antara Jatim) - Kasus sebaran penyakit demam berdarah yang terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menurun signifikan pada tahun 2017 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kasi Pengendalian Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Jaswadi, Senin mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari 24 puskesmas yang ada di wilayah Ngawi dan rumah sakit setempat, jumlah penderita demam berdarah sejak Januari hingga jelang akhir tahun 2017 mencapai 203 orang.

"Dinkes Ngawi juga mengklaim tidak ada kasus kematian akibat demam berdarah yang ditangani oleh jajarannya puskesmasnyaselama tahun 2017," ujar Jaswadi kepada wartawan.

Adapun jumlah kasus demam berdarah sebanyak 203 tersebut menurun signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Daerah terparah yang terserang penyakit demam berdarah tersebut berada di Kecamatan Ngawi dengan 25 kasus. 

Data Dinkes setempat mencatat, dua tahun sebelumnya, Kabupaten Ngawi termsuk salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah. 

Di mana pada tahun 2015, kasus demam berdarah di Kabupaten Ngawi mencapai 778 kasus dengan enam orang di antaranya meninggal dunia. 

"Sedangkan pada tahun 2016, kasus demam berdarah di Kabupaten Ngawi mencapai 782 kasus dengan 10 orang di antaranya meninggal dunia," kata dia.

Ia menjelaskan, meski kasusnya tercatat turun drastis, warga diminta tetap waspada dengan penularan penyakit tersebut. Terlebih saat ini memasuki musim hujan.

Guna mencegah penyakit demam berdarah , Dinkes setempat intensif melakukan upaya pencegahan, salah satunya melakukan penyuluhan dengan melibatkan kader juru pemantau jentik (jumantik) di masing-masing RT.

Selain itu, dinas juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit demam berdarah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup tempat air dan menimbun barang-barang bekas. 

Pemberantasan sarang nyamuk merupakan cara yang efektif untuk mencegah sebaran demam berdarah. Sebab, pemberantasan sara nyamuk sangat ampuh untuk memutus siklus perkembangan jentik menjadi nyamuk pembawa penyebab penyakit demam berdarah. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar