Kami ingin menghadirkan peran nyata KONI bagi atlet dan insan olahraga
Surabaya (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyiapkan pembentukan koperasi serba usaha sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi atlet dan insan olahraga di provinsi setempat.
Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan koperasi tersebut dirancang sebagai solusi berkelanjutan guna mendukung kesejahteraan atlet, baik yang masih aktif maupun telah purna tugas.
“Kami ingin menghadirkan peran nyata KONI bagi atlet dan insan olahraga agar mereka memiliki kemudahan dalam menunjang aktivitas serta kehidupan ekonominya,” kata Nabil dalam keterangannya di Surabaya, Kamis.
Ia menjelaskan koperasi akan dibangun dengan asas manfaat dan menyasar seluruh elemen olahraga, mulai dari pengurus, pimpinan cabang olahraga, atlet, hingga jajaran KONI kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Menurut dia, koperasi yang dirancang bukan sekadar unit simpan pinjam, melainkan koperasi serba usaha dengan berbagai lini bisnis produktif yang dikelola secara profesional.
Selain itu, Nabil menuturkan atlet yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan atau athletepreneur akan dilibatkan sebagai penggerak utama unit usaha sehingga tercipta ekosistem ekonomi olahraga yang mandiri.
“Teman-teman atlet yang sudah dilatih sebagai entrepreneur akan kami fungsikan sebagai leading sector dalam kegiatan usaha koperasi. Ini kegiatan nyata dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Pusat Koperasi Usaha Daerah Jawa Timur Aida Fitri memastikan pihaknya memberikan pendampingan penuh dalam proses pembentukan koperasi tersebut.
“Puskud Jatim akan mendukung sepenuhnya berdirinya koperasi KONI skala Provinsi Jawa Timur, termasuk perizinan dan pengembangan unit usahanya,” kata Aida.
Ia menjelaskan koperasi nantinya akan membuka berbagai bidang usaha, antara lain simpan pinjam, jasa keuangan, perdagangan sembako, beras, minyak goreng, serta sektor usaha lain yang dikelola secara kolaboratif.
Menurut Aida, salah satu fokus utama pembentukan koperasi adalah memberdayakan atlet purna agar tetap produktif secara ekonomi melalui sistem usaha bersama yang berkelanjutan.
Saat ini, lanjutnya, nama koperasi masih dalam tahap perumusan untuk menyesuaikan ketentuan perizinan serta menghindari kesamaan dengan koperasi lain yang telah terdaftar.
“Kami ingin membuka ruang besar pemberdayaan ekonomi sehingga atlet-atlet purna dapat menjadi entrepreneur dan mandiri secara finansial,” ujarnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026