Bangkalan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah itu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Wiwid Mayasari di Bangkalan, Selasa mengatakan, program PSN itu sebagai langkah pencegahan, guna memberantas berkembangbiaknya nyamuk.
"Karena itu, semua petugas medis di berbagai puskesmas di Kabupaten Bangkalan kami gerakkan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk," katanya.
Ia menjelaskan, saat ini, sebanyak 22 warga yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangkalan terdeteksi terserang DBD.
Laporan dari masing-masing puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) menyebutkan, warga yang terserang DBD itu, dari berbagai kelompok usia, akan tetapi kebanyakan anak-anak dan anak di bawah umur (Balita).
"Semua korban bisa ditangani dengan baik, dan tidak ada yang terlambat. Saat ini sebagian masih ada yang dirawat di beberapa puskesmas, dan sebagian lagi sudah sembuh," katanya.
Menurut Wiwid, curah hujan tinggi yang terjadi di Bangkalan akhir-akhir ini memicu terjadinya genangan air yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.
Karena itu, sambung dia, pihaknya perlu melakukan strategi pencegahan dengan cara menggencarkan sosialisasi rutin kepada masyarakat, promosi kesehatan lewat melalui sosial, serta edukasi masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk, dan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Khusus untuk kegiatan pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat ini, kami meminta petugas untuk proaktif turun ke lapangan," katanya.
Kabid P2P Dinkes Bangkalan Wiwid Mayasari lebih lanjut menjelaskan, selain melibatkan petugas medis yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan, pihaknya juga bekerja sama dengan polri dan TNI.
Langkah ini dilakukan, karena polisi dan TNI memiliki jaringan hingga di tingkat desa, sehingga bantuan kedua institusi itu sangat berarti dalam berupaya mencegah penyebaran DBD.
Selain itu, Dinkes Bangkalan juga melibatkan secara aktif para kades posyandu dalam kegiatan itu.
Menurut Wiwid di Kabupaten Bangkalan saat ini memiliki sebanyak 1.038 posyandu dengan jumlah kader mencapai 3.114 orang, tersebar di 273 desa dan 8 kelurahan di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan.
"Kami yakin dengan gerakan aktif lintas sektor, yakni dinkes, polisi, TNI serta pada kader posyandu yang ada di Kabupaten Bangkalan, maka penyebaran DBD bisa dicegah," katanya.(*)
