Saya belum tahu berapa lama jangka waktu uang habis. Ya semuanya bergantung kemampuan perbankan dalam memanfaatkan uang kas titipan itu.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Bank Indonesia, Jawa Timur, membuka kas titipan (cash point) di Bank Jatim Kantor Cabang Bojonegoro, sebesar Rp125 miliar untuk memperluas akses kebutuhan uang perbankan di Bojonegoro dan sekitarnya, Selasa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah di Bojonegoro, Selasa, menjelaskan kas titipan sebesar Rp125 miliar itu bisa habis bergantung kemampuan perbankan di daerah setempat untuk menyerap.

"Saya belum tahu berapa lama jangka waktu uang habis. Ya semuanya bergantung kemampuan perbankan dalam memanfaatkan uang kas titipan itu," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kas titipan Bojonegoro merupakan kas titipan ke-77 dari seluruh kas titipan di Indonesia, yang memiliki batas maksimal jumlah uang/plafon dalam kas titipan sebesar Rp125 Miliar untuk memenuhi kebutuhan uang di Perbankan.

Pemilihan Bojonegoro sebagai salah satu lokasi kas titipan Bank Indonesia mempertimbangkan beberapa hal yaitu, peningkatan pertumbuhan ekonomi yang perlu diimbangi dengan penyediaan uang rupiah dalam jumlah yang memadai.

Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan uang tunai yang semakin meningkat, juga perkembangan perbankan di daerah setempat.

"Pertimbangan lainnya jarak tempuh yang cukup jauh yaitu mencapai 133 kilometer dari kedudukan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sehingga memerlukan waktu berkisar 3 - 3,5 jam dengan menggunakan transportasi darat," katanya menambahkan.

Menurut dia, penunjukkan PT BPD Jawa Timur Tbk Kantor Cabang Bojonegoro sebagai lokasi kas titipan telah mempertimbangkan bahwa kondisi khazanah bank yang layak dan siap untuk menampung kas titipan dan tersedianya SDM yang akan mengelola kas titipan.

Selain itu, BI Jatim terus melakukan sejumlah upaya untuk menjamin ketersediaan uang rupiah layak edar di masyarakat melalui kegiatan kas keliling.

Ia menambahkan frekuensi kegiatan kas keliling di Bojonegoro pada 2017 terus ditingkatkan dengan rata-rata modal kerja mencapai sebesar Rp2 miliar.

Bank Indonesia Jatim mengharapkan dengan pembukaan kas titipan untuk wilayah Bojonegoro dapat memenuhi kebutuhan uang serta terlaksananya "Clean Money Policy".

"Adanya kas titipan juga memperluas akses layanan kas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan uang layak edar di Jatim," tambahnya.

Rincian uang kas titipan BI Jatim di Bojonegoro yang semuanya uang kertas Rp125 miliar yaitu, Rp100.000 dengan jumlah Rp90 miliar, Rp50.000 sebanyak Rp27 miliar, Rp20.000 sebanyak Rp4,4 miliar, Rp10.000 sebanyak Rp2,2 miliar, Rp5.000 sebanyak Rp1,1 miliar, Rp2.000 sebanyak Rp240 juta dan Rp1.000 Rp60 juta.

Hadir dalam peresmian kas titipan di Bojonegoro, antara lain, Sekda Pemkab Bojonegoro Soehadi Moelyono, Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi BPD Jawa Timur, Su`udi, dan jajaran forpimda Bojonegoro, serta perbankan di wilayah Bojonegoro. (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026