Blitar (Antara Jatim) - Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, menangani kasus perampokan yang disertai dengan percobaan asusila pada seorang ibu muda di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
"Kami telah lakukan penyelidikan pencurian dengan kekerasan ini dan memeriksakan korban ke rumah sakit," kata Kepala Polres Blitar AKBP Slamet Waloya di Blitar, Kamis.
Ia mengatakan, korban diketahui bernama RI (25), warga Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Korban hanya tinggal dengan anak semata wayang yang masih balita.
Rumah korban berada di area persawahan dan terlihat jauh dari beberapa rumah lainnya. Rumahya juga terlihat lebih menonjol dengan lantai keramik dan bangunan yang sangat besar. Di rumah itu juga dibangun tempok tinggi hingga mengelilingi rumah.
Pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara memanjat dinding menggunakan tangga lalu pelaku masuk ke rumah lewat teralis jendela. Perampok membuka paksa jendela rumah korban.
Pelaku menuju kamar yang ditempati korban. Setelah mengetahui, perampok tersebut mengikat tangan korban menggunakan kabel dan menutup mulutnya dengan lakban.
Bahkan, perampok tersebut menggunakan sebilah pisau mengancam korban. Pelaku sempat menyeret korban ke kamar sebelah. Setelah itu, pelaku mengacak-acak isi dalam kamar korban.
Sejumlah benda berharga dibawa pelaku, misalnya uang tunai, telepon seluler serta sepeda motor milik korban. Barang-barang itu dibawa lari pelaku, yang kabur dengan naik sepeda motor korban.
Korban akhirnya berhasil membebaskan diri dan lapor ke petugas. Polisi pun mendatangi rumah korban dan melakukan olah TKP, guna mencari petunjuk kasus tersebut.
Kamar tidur korban diberi garis polisi guna memudahkan pemeriksaan polisi. Sementara itu, korban juga dimintai keterangan di kantor polisi terakait dengan kejadian yang menimpanya.
Sementara itu, Sutini, nenek korban mengatakan cucunya itu memang hanya tinggal dengan anaknya. Ia pun sebenarnya hampir setiap hari datang, tapi tidak menginap.
"Saya biasanya datang hampir setiap hari, tapi pulang lagi. Kalau soal pekerjaan, cucu saya ini momong anak," katanya.
RI sendiri masih terlihat trauma saat di kantor kepolisian. Ia masih kaget dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Saat jalan pun, ia masih pincang akibat luka yang dideritanya, dan sesekali, ia terlihat menangis. (*)
