Ada tiga prinsip dalam memilih kosmetika yakni keamanan, kehalalan, dan ramah lingkungan
Jember (Antara Jatim) - Pakar biosensor dari Fakultas Farmasi Universitas Jember Prof Bambang Kuswandi mengatakan masyarakat khususnya kalangan muslim wajib memperhatikan kehalalan kosmetika yang dipakai sehari-hari.
"Ada tiga prinsip dalam memilih kosmetika yakni keamanan, kehalalan, dan ramah lingkungan," katanya dalam seminar nasional bertajuk 'Beauty and Healthy Skin With Safe Cosmetics' yang digelar di aula Gedung Soerachman Kampus Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, Jumat.
Menurut dia, halal dalam kosmetika artinya tidak mengandung bahan yang berasal dari hewan babi, bahan rekayasa genetis, dan alkohol, sehingga hal tersebut harus diketahui oleh pengguna kosmetik, terutama kaum perempuan.
"Bahan tidak halal dalam kosmetik bisa berupa produk turunan lemak babi yang dipakai dalam produk perawatan kulit, ekstrak plasenta dalam produk anti penuaan, atau alkohol dalam parfum," tuturnya.
Ia menyampaikan materi berjudul "Halalan-Toyyiban, Concept in Cosmetics : An Analytical Approach" dan menyampaikan perlunya dibangun sistem produksi kosmetika halal karena penduduk Indonesia mayoritas adalah muslim.
"Sistem itu meliputi pengawasan dari hulu ke hilir, dari penyiapan bahan mentah hingga distribusinya harus dipastikan semuanya telah melalui proses yang terjamin kehalalannya," kata guru besar Unej yang aktif meneliti biosensor, termasuk sensor untuk mengetahui kehalalan sebuah produk.
Sementara itu, Pembantu Dekan III FMIPA Unej Rusli Hidayat dalam sambutannya menegaskan kembali arti pentingnya seminar tersebut karena sebagai negara yang mayoritas warga negaranya adalah muslim, maka tentu perlu dipertimbangkan asal bahan kosmetik yang digunakan sudah halal atau belum.
"Selain itu, saat ini kosmetik tidak hanya dipakai oleh kalangan perempuan, tapi juga oleh kaum pria, sehingga masyarakat wajib tahu akan kehalalan kosmetik yang dipakai," ujarnya.
Seminar yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Kimia "Zirkonia" FMIPA Unej itu dihadiri oleh para mahasiswa jurusan Kimia yang berasal dari perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Musyawarah Wilayah Mahasiswa Kimia se Jawa, Bali dan NTB selama tiga hari ke depan untuk membahas program kerja di Hotel Rembangan Jember.
Peserta yang hadir yakni perwakilan dari UIN Malik Ibrahim Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Airlangga, Institut Teknonologi Sepuluh November, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Mataram, Universitas Banyuwangi, IKIP Mataram, Universitas Udayana, dan tuan rumah Unej.(*)
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026