Jember (Antara Jatim) - Bupati Jember Faida meresmikan Dusun Dukuhsia yang berada di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji sebagai kampung keluarga berencana (KB) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa.
Pencanangan Kampung KB di Dusun Dukuhsia tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim Dwi Listyawardani, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf. Muhammad Nas, dan Ketua Tim Penggerak PKK Jember Maimunah Muqit.
"Keluarga Berencana adalah program yang harus kita sukseskan dalam tahun 2016 ini, sehingga semua pihak harus bersinergi dalam menyukseskan program pemerintah tersebut," kata Bupati Jember Faida dalam sambutannya di lapangan Dusun Dukuhsia, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.
Ia juga meminta peran serta anggota TNI di Kodim 0824, sehingga babinsa diharapkan turut serta dalam menyukseskan program Kampung KB dan termasuk program-program lainnya untuk mendukung program pemerintah daerah.
"Kampung KB diawali di Dusun Dukuhsia dan dipilih sebagai lokasi pencanangan karena masyarakatnya kompak dan bergotong royong dalam bidang kesehatan masyarakat. Dusun Dukuhsia akan menjadi percontohan bahwa dalam satu kampung ada kegiatan yang komprehensif dalam program-program KB," tuturnya.
Dengan kampung KB tersebut diharapkan menjadi "miniatur pelaksanaan program KB" secara menyeluruh di tingkat paling rendah yang diutamakan bagi daerah-daerah miskin, padat penduduk, dan akses kesehatannya kurang.
"Harapan dengan adanya kampung KB, agar perwujudan dari revolusi mental yang menjadi cita-cita pemerintah akan segera tercapai karena kita menggunakan basis keluarga, bagaimana setiap keluarga mulai dari balita, remaja, orang tua dan lansia terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada pada program KB," katanya menjelaskan.
Program KB tidak hanya berupa pemasangan kontrasepsi saja, tetapi ada program lain seperti Bina Keluarga Balita, Konseling Remaja dan lain-lainnya.
Keluarga Berencana merupakan program dalam pengendalian perkembangan penduduk dengan anjuran terbentuknya keluarga kecil bahagia dan sejahtera, serta peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga, sehingga mampu menunjang terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia.
Faida menyebutkan kematian ibu hamil di Kabupaten selama 2015 tercatat sebanyak 34 orang dan selama Januari-Maret 2016 tercatat sudah mencapai 11 orang, sehingga hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Jember dan semua pihak.*
