Sumenep (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dan pengelola sejumlah lokasi wisata religi setempat secara rutin berkoordinasi guna menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan.
"Secara teknis, kami tidak terlibat dalam pengelolaan lokasi wisata religi tersebut, akan tetapi kami senantiasa memberikan pembinaan supaya pengelolanya memberikan pelayanan yang prima kepada para wisatawan," ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Sufiyanto di Sumenep, Jawa Timur, Selasa.
Lokasi wisata religi di Sumenep yang sering dikunjungi para wisatawan, untuk sementara didominasi wisatawan nusantara, di antaranya Masjik Jamik dan Asta Tinggi (tempat pemakaman Raja Sumenep) di Kecamatan Kota.
"Sejak dulu, Masjid Jamik dan Asta Tinggi telah menjadi daya tarik wisata di Sumenep dan keberadaannya juga diakui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setiap tiga bulan sekali, kami bertemu dengan pengelola dua daya tarik wisata tersebut," ucapnya.
Ia juga mengemukakan, pihaknya telah memberikan bimbingan teknis kepada perwakilan dari pengelola dua tarik wisata itu supaya memiliki kemampuan sebagai pemandu wisata.
"Pada 2013, kami menggelar diklat pemandu wisata yang pesertanya adalah pengelola sejumlah lokasi wisata religi," katanya.
Sufiyanto menjelaskan, pihaknya memang harus bersinergi dengan pengelola lokasi wisata religi tersebut dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan dengan harapan nantinya ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumenep. (*)
