Kami masih melakukan penyisiran dengan bantuan tim SAR dan nelayan setempat untuk mencari satu nelayan yang belum ditemukan
Jember (Antara Jatim) - Petugas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Jember masih melanjutkan pencarian terhadap satu nelayan yang hilang di perairan Plawangan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin.
"Kami masih melakukan penyisiran dengan bantuan tim SAR dan nelayan setempat untuk mencari satu nelayan yang belum ditemukan," kata Kepala Satpolair Jember, AKP Siswanto.
Sebuah perahu yang membawa sebanyak 20 anak buah kapal (ABK) diterjang ombak tinggi saat pulang melaut di pintu masuk Plawangan Puger pada Sabtu (27/6).
Sebanyak 16 nelayan selamat, tiga orang nelayan ditemukan tewas dan satu nelayan masih dinyatakan hilang akibat perahu yang tenggelam diterjang ombak di perairan setempat.
"Nelayan yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa yakni Rudi, Ponidi, dan Endin, sedangkan Suyitno masih dalam pencarian," tuturnya.
Menurut dia, pencarian nelayan yang hilang diterjang ombak saat pulang melaut tersebut akan dilakukan selama tujuh hari sesuai dengan prosedur.
"Kami terus melakukan pencarian hingga nelayan Suyitno ditemukan dan penyisiran dilakukan di sejumlah titik di sekitar lokasi kecelakaan laut di Plawangan," katanya.
Ia mengimbau kepada nelayan untuk tetap mewaspadai gelombang laut tinggi yang datang sewaktu-waktu saat melintasi Plawangan Puger karena pemecah ombak di sana tidak berfungsi maksimal.
"Hampir setiap hari terjadi kapal tenggelam di Plawangan Puger, sehingga nelayan saya imbau untuk waspada dan melaut saat ombak tenang," ujarnya.
Sementara legislator DPRD Jember yang juga warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Isa Mahdi, meminta pembongkaran petak tangkis (groin) dan pemotongan pemecah ombak dilakukan secepatnya karena kedua bangunan tersebut diduga sebagai pemicu bencana di Plawangan Puger.
"Empat nelayan menjadi korban keganasan ombak di Plawangan Puger dan perahu itu dihantam ombak saat hendak pulang dari melaut karena terjadi pendangkalan di sana," katanya.(*)
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026