Pasuruan (Antara Jatim) - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Darmawanita Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, membantu korban banjir bandang di tiga titik, yaitu di Kecamatan Gondangwetan, Pasrepan, dan Kejayan.
"Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) memiliki dana untuk membantu korban banjir bandang di tiga titik, yaitu di Desa Kebon dalem, Kecamatan Gondang wetan, Dusun Ngerong, Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, serta Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan," kata Ketua Tim Penggerak PKK Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf, Kamis.
Lulis Irsyad Yusuf yang juga istri Bupati Pasuruan ini mengatakan, pihaknya juga menggandeng pihak swasta untuk membantu meringankan beban korban bencana banjir bandang sebab bantuan dari pemerintah masih dalam proses dan dinilai masih belum maksimal untuk membantu pemenuhan kebutuhan korban bencana banjir.
"Bantuan tersebut terdiri dari seragam anak sekolah, baju layak pakai sebagai ganti sehari-hari, selimut, makanan anak dan balita, 30 biji tabung elpiji, 30 biji kompor, dan 125 tas sekolah beserta alat tulis," ujarnya ketika menyerahkan bantuan di Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dari Puskesmas untuk berkeliling mengontrol korban bencana banjir bandang agar terhindar dari penyakit diare, demam berdarah, ISPA, penyakit kulit, maupun penyakit saluran pencernaan yang lain.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana menjelaskan ada delapan rumah hanyut terbawa banjir bandang di Dusun Ngerong, Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
"Di Desa Klinter dan Rejosalam ada 25 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang hingga ringan, serta delapan rumah yang hanyut terbawa banjir bandang dengan estimasi kerugian lebih dari Rp1 miliar," katanya.
Ia menambahkan, ada 40 hektare sawah siap panen maupun masih dalam masa tanam sekitar satu bulan terendam banjir di Desa Rejosalam, Klinter, Tebes, Bajangan, dan Sekar Putih dengan estimasi kerugian sekitar Rp15 miliar.
Total bantuan sampai saat ini, lanjutnya, sebesar ratusan juta rupiah, terhitung dari makanan maupun air bersih untuk para korban bencana banjir sekitar Rp50-60 juta yang dibantu secara stimulus oleh pemerintah daerah.
Seorang korban bencana banjir di Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Tona (90) di posko kesehatan berharap rumahnya yang hanyut terbawa banjir bisa segera diperbaiki. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026