kami ingin ikut merayakan hari jadi kota ini dengan menghadirkan manfaat langsung

Surabaya (ANTARA) - ASHA IVF Indonesia melayani 170 pasangan pejuang buah hati saat menggelar program pemeriksaan kesuburan gratis bertajuk "ASHA Open House: Celebrate Hope with ASHA" dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

Kegiatan yang dilaksanakan serentak di ASHA IVF Waron Hospital, ASHA IVF PHC Hospital Surabaya, dan ASHA IVF Jaladri RSPAL Dr. Ramelan Surabaya pada Minggu tersebut, mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Dokter Penanggung Jawab ASHA IVF Indonesia dr. Dr. Amang Surya Priyanto, SpOG, F-MAS mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan masih banyak pasangan yang membutuhkan akses layanan fertilitas dan edukasi kesehatan reproduksi.

“Sebagai bagian dari Kota Surabaya, kami ingin ikut merayakan hari jadi kota ini dengan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Banyak pasangan yang ingin punya keturunan tetapi belum mengetahui kondisi reproduksinya,” kata Amang di Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan, dalam lima hari sejak pendaftaran dibuka, lebih dari 400 pasangan mendaftar untuk memperebutkan 170 slot yang tersedia.

Para peserta, kata dia, memperoleh layanan pemeriksaan kesuburan dasar, konsultasi dengan dokter fertilitas, pemeriksaan USG, ringkasan hasil pemeriksaan, hingga rekomendasi program kehamilan.

Pemeriksaan tersebut, lanjutnya, disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan dan nilai layanan yang diterima setiap peserta diperkirakan mencapai Rp1,2 juta.

Lebih lanjut, menurut dia, pemeriksaan kesuburan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat mempengaruhi peluang kehamilan sehingga pasangan dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak dini.

“Tujuan skrining ini bukan langsung menentukan terapi, tetapi mengidentifikasi akar masalahnya terlebih dahulu,” ucapnya.

Melalui tema “Celebrate Hope with ASHA”, kata Amang, diharapkan menjadi ruang edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang memperoleh keturunan.

“Di momen ulang tahun Kota Surabaya, kami ingin merayakan bukan hanya pertumbuhan sebuah kota, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang sedang menantikan kehadiran buah hati,” ujarnya.

Sementara itu, dr. M.Y. A Widyanugraha, SpOG, Subsp. FER menilai membludaknya jumlah pendaftar menunjukkan kebutuhan layanan fertilitas di masyarakat masih sangat besar.

“Kuota yang kami sediakan sekitar 170 peserta, tetapi pendaftarnya lebih dari 400 pasangan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan fertilitas sebenarnya sangat besar,” katanya.

Ia menambahkan program kehamilan tidak selalu harus melalui bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF), melainkan disesuaikan dengan kondisi dan penyebab yang ditemukan pada masing-masing pasangan.

"Program kehamilan tidak hanya IVF. Ada yang cukup dengan terapi alami, ada yang melalui inseminasi, dan ada yang memang membutuhkan IVF, tuturnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026