Lamongan, (Antara Jatim) - Tujuh kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur hingga kini masih tergenang air akibat banjir yang terjadi beberapa pekan sebelumnya. Data Humas dan Infokom Kabupaten Lamongan, Kamis, mencatat hal itu menyebabkan lahan padi seluas 1.845 hektare pada tujuh kecamatan itu pun tergenang. Tujuh kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Sekaran, Maduran, Laren, Karanggeneng, Babat, Maduran dan Pucuk. Sementara itu, kategori kerusakan lahan yakni seluas 446 hektare kondisi ringan, 398 hektare rusak sedang, 468 hektare rusak berat dan 536 hektare lahan mengalami puso atau gagal panen. Sementara total kerugian dari tergenangnya lahan mencapai Rp3,4 miliar dengan kerugian terbesar berada di Kecamatan Laren sebesar Rp2,3 miliar. Selain itu, areal tambak udang Vannami, Bandeng, Nila dan Tawas yang masih terendam mencapai 6.000 hektare dengan total kerugian Rp84 miliar. Tambak itu berada di Kecamatan Babat, Laren, Karanggeneng, Kalitengah , Deket, Turi, Karangbinangun dan Glagah. Menanggapi hal itu Bupati Lamongan, Fadeli, mengakui masih adanya beberapa kawasan yang tergenang, namun tidak separah sebelumnya, sebab saat ini sudah ada pompa banjir di Kawasan Kuro. "Memang masih ada genangan banjir di kawasan Bengawan Jero. Namun tidak separah dulu waktu belum ada pompa banjir di Kuro," katanya. Sebelumnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait juga sudah mengusulkan lahan padi maupun pertambakan yang terdampak banjir akan segera menerima bantuan bibit. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026