Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pelaku usaha kecil menengah (UKM) produsen besek bambu untuk wadah daging kurban di Kota Malang, Jawa Timur dibanjiri pesanan, menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Salah satu pelaku UKM kerajinan dari bahan bambu, bernama Lumima Diass di Kota Malang, Selasa, mengatakan, peningkatan pesanan besek bambu sejak dua bulan menjelang Idul Adha.

"Memang untuk besek ada peningkatan dari segi permintaan, Idul Adha tahun ini kami menerima (pesanan) 1.000 besek. Sedangkan saat hari biasa itu pesanan yang diterima  antara 50an sampai 100an besek," kata dia.

Dalam sehari, kata dia, setiap satu perajin besek di tempat usahanya mampu memproduksi setidaknya 20-30 besek berbagai ukuran.

Besek yang diproduksi tersebut memiliki ukuran beragam mulai dari 15x15 sentimeter dengan kapasitas satu kilogram daging, 20x20 sentimeter yang mampu menampung dua kilogram daging, dan ukuran 28x28 sentimeter untuk lima kilogram daging.

"Harga satuan besek yang ukuran 15x15 sentimeter Rp3 ribu, untuk ukuran 20x20 sentimeter Rp5 ribu, dan yang 28x28 sentimeter Rp8 ribu. Pesanan masuk mayoritas dari yayasan tapi beberapa juga ada dari takmir masjid," ujarnya.

Guna mengantisipasi keterlambatan penyelesaian pesanan, dirinya mengaku sampai harus membuat timeline yang dijadikan sebagai acuan pengerjaan pesanan pelanggan.

Langkah itu dikatakannya begitu penting, mengingat kerajinan itu butuh juga perlu melalui proses finishing yang akan menjadi penentu kualitas dan ketahanan besek dari paparan jamur.

"Bahasanya kami tidak bisa menimbun," kata dia.

Selain itu, sebagai pelaku UKM dia menyampaikan bahwa juga mendapatkan beberapa program pembinaan dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, seperti pameran, business matching, maupun kurasi produk.

"Kami mengejar pembinaan dari BUMN juga," katanya.

Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan pihaknya sudah rutin melakukan pelatihan maupun perluasan akses pasar bagi seluruh pelaku UKM maupun UMKM setempat.

"Kami ada Sahabat UMKM ini menjadi solusi terhadap akses pembiayaan dan pemasaran pelaku usaha, terus ada upaya memberikan kemudahan promosi untuk mengenalkan produk," ucapnya.

Tak hanya sampai di situ, pihaknya beberapa kali telah memberikan bantuan peralatan guna memudahkan proses produksi.

"Semua kami berikan dengan tujuan agar pelaku usaha ini naik kelas," kata dia.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026