Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas segera melakukan pengecekan dan normalisasi Sungai Jagir untuk mencegah sedimentasi semakin parah.

Arif Fathoni di Surabaya, Senin, mengatakan pendangkalan Sungai Jagir yang viral di media sosial harus menjadi perhatian masyarakat tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menghambat aliran air dan memicu luapan saat hujan deras.

“Kami berharap Kementerian Pekerjaan Umum maupun BBWS Brantas segera melakukan pengecekan dan normalisasi agar sedimentasi tidak mengganggu aliran air serta memicu luapan ke permukiman warga,” katanya.

Ia meminta BBWS Brantas menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat terkait langkah penanganan sedimentasi di Sungai Jagir.

Menurut dia, penjelasan tersebut penting agar masyarakat memahami pengelolaan Sungai Jagir merupakan kewenangan BBWS Brantas di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, bukan Pemerintah Kota Surabaya.

“BBWS perlu menjelaskan kepada masyarakat terkait langkah penanganan sedimentasi Sungai Jagir agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kewenangan pengelolaannya,” ujarnya.

Legislator yang akrab disapa Mas Toni ini juga menyoroti keberadaan reklame di bantaran sungai dan meminta BBWS tidak hanya berfokus pada pemanfaatan kawasan bantaran, tetapi juga menjalankan kewajiban normalisasi serta perawatan sungai.

Menurut dia, langkah konkret perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir dan menjaga fungsi Sungai Jagir tetap optimal bagi masyarakat.

“Semoga segera ada langkah konkret terhadap kondisi Sungai Jagir tersebut,” kata Fathoni.
 



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026