Pamekasan (Antara Jatim) - Ustadz Sahlan Arif (39) warga Desa Bandungan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi korban carok yang terjadi di desanya, Selasa (9/12) sore. Sahlan merupakan guru agama di Pesantren Madu Kawan, Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Ia menderita luka bacok di bagian tubuhnya bersama mertuanya Juma'ie (50). "Sahlan menjadi korban karena hendak membantu mertuanya yang saat itu diserahkan sekelompok orang saat menggarap sawah yang dipimpin oleh Heji," kata adik kandung korban, Nadin Arif, di rumah korban, Rabu petang. Pada waktu kejadian, Nadin berada di rumahnya di Desa Bujur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, dan mendengar kabar bahwa kakaknya, Sahlan Arif terlibat carok. Saat itu juga, Nadin langsung berangkat ke Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, dan ternyata sesampainya di rumah Sahlan, korban sudah tidak ada di lokasi kejadian karena telah dirujuk ke RSUD Pamekasan. Pihak-pihak yang terlibat carok di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Pamekasan ini, masih memiliki hubungan keluarga dan kasus ini terjadi karena berebut tanah. Tanah yang digarap Juma'ie itu diklaim milik Heji, sehingga yang bersangkutan mengajak keluarga lainnya untuk merebut tanah itu dari tangan Juma'ie yang masih pamannya sendiri. Tiga orang luka-luka dalam kasus carok tersebut. Dua diantaranya adalah ustad Madu Kawan, Sahlan Arif, serta mertuanya Juma'ie. Sedangkan seorang korban luka lainnya dari pihak kelompok Heji. Akibat carok ini, situasi di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Pamekasan terpantau memanas dan keluarga dari korban luka-luka dalam peristiwa berdarah itu mengaku tidak terima dan mengancam akan melakukan pembalasan. TNI dari Koramil Pakong, Pamekasan, diperbantukan untuk mengamankan lokasi carok di Desa Bandungan, yang terjadi, Selasa sore. Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkot Arm Mawardi menyatakan, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, semisal adanya carok susulan. "Beberapa saat setelah kejadian tadi, kami langsung menginstruksikan agar personel kami merapat ke lokasi kejadian, membantu polisi melakukan pengamanan," kata Mawardi kepada Antara per telepon, Rabu malam. Sekitar 10 personel anggota TNI diterjunkan ke lokasi carok di Desa Bandungan. Selain mengamankan sekitar lokasi kejadian, TNI juga melakukan pendekatan kepada masyarakat agar mereka menahan diri. Wartawan Antara di Pamekasan melaporkan, saat ini Polres Pamekasan kembali memberangkatkan satu unit pasukan dari Samapta dan Reskrim Polres Pamekasan ke lokasi carok di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong. Pasukan tambahan ini diangkut dengan menggunakan truk dan sebagian naik mobil patroli. (*)
Berita Terkait
Polres Pamekasan tangkap penantang carok di media sosial
16 Agustus 2024 22:21
Warga Pamekasan Diimbau tak Terprovokasi Tantangan Carok Pendukung Cabup
19 Juni 2018 20:29
"Carok" Terjadi di Pamekasan
15 November 2015 05:21
Ratusan Polisi Amankan Sidang Carok Pamekasan
1 Juni 2015 10:30
Carok Memaksa Mahasiswa itu jadi Tukang Plafon
10 Mei 2015 15:40
Anak Korban Carok Pamekasan Terancam Putus Kuliah
3 Mei 2015 14:20
Keluarga Korban Carok Pamoroh Pamekasan Sering Diteror
2 Mei 2015 17:10
Kapolres Pamekasan: Tersangka Carok Massal Bisa Bertambah
29 April 2015 17:54
