Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Taiwan membidik pasar teknologi informasi (TI) Surabaya karena dinilai sangat menjanjikan terhadap pengembangan bisnisnya pada masa mendatang. Directur Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Y C Tsai, di Surabaya, Jumat, menyatakan, secara nasional pasar TI mencapai sangat besar. Apalagi, saat ini tiap satu orang bisa memiliki telepon seluler minimal dua unit. "Sementara, populasi penduduk di dalam negeri ada sebanyak 240 juta orang," katanya, ditemui pada jumpa pers pameran Taiwan Excellence Home and Leisure Experiencing Zone, di Grand City Surabaya. Dari angka tersebut, kata dia, pihaknya melihat kebutuhan pasar TI Indonesia terhadap berbagai produk telepon seluler mencapai 400 juta unit. Selain itu, daya beli masyarakat Indonesia cukup tinggi. "Besarnya kebutuhan masyarakat itu juga dipicu perkembangan media sosial di Tanah Air seperti Facebook," ujarnya. Meski demikian, dari banyaknya produk TI yang masuk ke Indonesia maka penyerapan komoditas asal Taiwan masih sangat kecil. Jika dikalkulasi baru mencapai satu digit. "Masih kecilnya angka penyerapan, bukan karena produk kami tidak bagus. Kami butuh banyak promo untuk mengenalkan berbagai inovasi yang tersedia di produk TI ini," katanya. Mengenai pelaksanaan pameran, tambah dia, agenda tersebut diadakan antara tanggal 17-19 Oktober 2014. Kegiatan itu juga didukung oleh Ministry of Economic Affairs, Republic of China (Taiwan) dan diselenggarakan oleh Biro Perdagangan Luar Negeri, Taiwan (BOFT). "Pada kesempatan itu ada 55 merek unggulan yang berpartisipasi di antaranya Acer, Asus, Ben-Q, CyberPower, Edimax, HTC, Just Mobile, Sakura, Tatung, dan Trend Micro," katanya. Untuk menarik minat masyarakat, sebut dia, pihaknya menampilkan sejumlah produk unggulan seperti HTC one M8 yakni telepon seluler pintar yang memudahkan pengguna mendapatkan hasil foto profesional hanya dengan mengubah auto fokus pada perangkat setelah gambar diambil. "Ada pula berbagai sepeda lipat yang dihadirkan dengan harga mulai Rp8 juta per unit dan bisa dilipat dalam waktu 10 detik. Sepeda sengaja kami tampilkan karena Taiwan merupakan salah satu produsen produk itu," katanya.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026