Malang (Antara Jatim) - Dinas Pasar Kota Malang, Jawa Timur, segera berubah menjadi badan usaha milik daerah dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi pasar.
"Manajemen Dinas Pasar selama ini stagnan, tidak pernah berkembang, bahkan target retribusinya dari tahun ke tahun tidak pernah meningkat. Kalau dinaikkan, Dinas Pasar masih belum siap, sehingga lebih baik dijadikan BUMD saja," kata Wali Kota Malang Moch Anton, Kamis.
Dari tahun ke tahun, kata Anton, target retribusi atau pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tersebut tidak ada perubahan, yakni sebesar Rp3,2 miliar, bahkan tahun ini pun juga tetap sama. Padahal, ada 18 pasar tradisional yang bisa dioptimalkan pendapatannya.
Perubahan status dari dinas menjadi BUMD tersebut, katanya, juga tidak lepas dari kewenangannya. Misalnya, untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) menjadi kewenangan Satpol PP dan untuk permodalan melibatkan Dinas Koperasi.
Oleh karena itu, lanjutnya, akan lebih baik jika Dinas Pasar tersebut diubah menjadi BUMD agar pengelolaannya bisa lebih fokus dan manajemennya juga lebih bagus, sehingga pendapatan atau retribusi dari sektor pasar tersebut bisa ditingkatkan dengan optimal.
Hanya saja, kata Anton, sebelum berubah menjadi BUMD, perlu ada kajian dan payung hukumnya, yakni berupa peraturan daerah (Perda) sebagai acuan dalam pengaturannya. "Kami upayakan tahun ini kami ajukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) dalam APBD 2014 untuk mengkaji dan merancang serta mengesahkan Perda BUMD Pasar tersebut," tegasnya.
Kondisi pasar tradisional di Kota Malang, hampir 50 persen masih minim fasilitas dan kondisinya kurang representatif, sehingga pemkot setempat mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk melakukan revitalisasi.
Tahun ini, baru Pasar Oro-or o Dowo yang mendapatkan kucuran dana untuk revitalisasi sebesar Rp5 miliar. Sedangkan pasar-pasar tradisional lainnya masih menunggu kucuran dana selanjutnya.
Selain itu, Pemkot Malang juga berupaya menggandeng investor untuk melakukan modernisasi pasar tradisional, seperti Pasar Dinoyo yang akan berubah menjadi Mall Dinoyo City dan Pasar Blimbing yang sedang dalam proses. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026