Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur memberikan pelatihan vokasi berbasis kompetensi kepada puluhan tenaga kerja agar siap kerja dan berwirausaha, sehingga mengurangi pengangguran di wilayah setempat.
"Saya berharap nanti 100 persen dari 72 peserta yang ikut ini langsung bisa kerja atau buka usaha sendiri," ujar Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat membuka pelatihan vokasi yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) di Votel Kartika Abadi Madiun, Kamis.
Dalam arahannya, Bagus menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi harus memberikan dampak nyata bagi peserta. Karena itu, program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja dan penciptaan wirausaha baru.
Pelatihan tersebut menggunakan pola baru yang lebih efektif. Selain jumlah peserta yang lebih terfokus, pemerintah juga akan melakukan pendampingan dan monitor setelah pelatihan selesai.
"Pelatihan kompetensi dengan pola baru yang dilakukan Disnaker ini saya suka. Kelasnya efektif dan ini menjadi tugas kita bersama, tidak hanya dinas, tetapi juga pemerintah kota dan LPK, bagaimana teman-teman yang dilatih ini nanti tiga sampai enam bulan minimal harus sudah bekerja," katanya.
Kepala Disnaker KUKM Kota Madiun Ahsan Sri Hasto menambahkan pelatihan vokasi berbasis kompetensi tersebut diikuti 72 peserta yang terbagi dalam empat bidang pelatihan, yakni barber, mixology, pengelasan, dan digital administrator office.
"Seluruh bidang tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan dunia kerja yang saat ini berkembang di Kota Madiun," katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Madiun tidak hanya menggandeng lembaga pelatihan kerja (LPK), tetapi juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi peserta yang ingin berwirausaha.
Ke depan, Pemkot Madiun terus mendorong inovasi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Seluruh bidang pelatihan yang dibuka saat ini merupakan sektor yang sedang dibutuhkan di Kota Madiun.
"Ini inovasi baru dari Disnaker yang akan terus kita dorong supaya sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Apa yang dibutuhkan di Kota Madiun harus terus digali dan diriset terlebih dahulu. Dari empat bidang ini kebetulan semuanya sedang dibutuhkan," katanya.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.