Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur menyatakan bahwa perbaikan akses jalan di Pasar Induk Gadang yang menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp14,9 miliar difokuskan untuk menunjang perputaran perekonomian masyarakat di wilayah setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto di Kota Malang, Sabtu, mengatakan, Pasar Induk Gadang merupakan salah satu pusat perekonomian yang memerlukan akses penghubung layak guna memudahkan distribusi komoditas serta proses jual beli.

"Pengerjaan jalan ini menjadi bagian dari penataan kawasan Pasar Gadang yang sudah menjadi pusat perekonomian di Kota Malang, apabila kondisi akses baik tentu aktivitas di sana bisa lancar," kata Dandung.

Dandung menjelaskan saat proses realisasi perbaikan jalan di lokasi itu sudah memasuki tahapan lelang tender. Kemudian, untuk pengerjaan fisik ditargetkan paling tidak berjalan pada awal atau pertengahan Juni 2026.

Ia menyebut total panjang jalan yang akan diperbaiki sepanjang 670 meter menggunakan pengaspalan dan cor beton. Pengerjaan cor beton akan difokuskan mulai sisi barat ke timur dengan panjang proyek sekitar 500 meter.

"Terus gorong-gorong di kanan kiri jalan, untuk (jalan) sisi selatan arah ke Bumiayu sama jembatan diaspal ulang," ujar dia.

Pemkot Malang memperkirakan tahapan perbaikan jalan di lokasi itu membutuhkan waktu antara lima sampai enam bulan.

Dandung menyampaikan supaya pelaksanaan proyek tidak memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan maupun mobilitas masyarakat, maka pengerjaan akan dilakukan bergantian antarsisi.

"Sewaktu satu sisi itu selesai maka akan dilanjutkan ke sisi satunya," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyampaikan, proses relokasi pedagang sebelum penataan kawasan berjalan telah dilakukan.

Saat ini, ribuan pedagang telah menempati tempat berdagang sementara yang lokasinya masih berada di dekat area Pasar Induk Gadang.

Eko memperkirakan perputaran uang setiap bulan di tempat relokasi itu mampu menyentuh angka sekitar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar.

"Kalau per hari estimasinya Rp2 miliar lebih untuk perputaran uangnya," kata dia.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026