Malang (Antara Jatim) - Investor pembangunan Pasar Induk Gadang Kota Malang, yakni PT Patra Berkah Itqoni, belum bisa menentukan harga kios bagi pedagang yang akan menempati pasar itu ketika sudah tuntas pembangunannya. Direktur Opersional PT Patra Barkah Itqoni Widhy Sharma Setyadi di Malang, Jumat mengatakan harga kios bangunan baru Pasar Induk Gadang (PIG) baru bisa ditentukan setelah verifikasi terhadap pedagang tuntas. "Verifikasi pedagang ini untuk mengetahui jumlah riil pedagang serta menentukan zona jenis dagangan, baru kita lakukan sekitar satu bulan lalu dan Insya Allah satu bulan ke depan sudah tuntas, sehingga harga kios juga sudah bisa ditentukan," ujarnya. Hanya saja, lanjutnya, yang menghambat verifikasi ini adalah para pedagang yang memiliki surat, namun tidak melakukan aktivitas perdagangan (berjualan). Pedagang tersebut, tetap akan dihubungi untuk menentukan apakah mereka akan berjualan atau tidak, kalau berjualan, maka yang bersangkutan juga harus menentukan jenis dagangannya. Sebab, katanya, jenis dagangan yang bakal diperdagangkan itu nanti akan menentukan zonasi. "Kondisi ini yang harus kita selesaikan terlebih dahulu agar nantinya tidak muncul persoalan," tegasnya. Ia mengemukakan sambil menunggu tuntasnya verifikasi pedagang, pihaknya juga sudah memulai pembangunan karena surat perintah mulai pekerjaan (SPMK)-nya sudah turun per 10 Januari 2014. Karena SPMK sudah turun, maka pekerjaan proyek harus segera dilakukan. Sebelumnya beberapa kelompok pedagang di PIG menolak pembangunan pasar yang menggunakan konsep zonasi jenis dagangan dan terkoneksi dengan pasar-pasar tradisional yang ada di seluruh Tanah Air, seperti Pasar di Cikampek, Cilacap, Jawa Tengah, dan Balikpapan. Namun, setelah dilakukan sosialisasi terkait konsep pasar yang tetap mempertahankan pedagang tradisional, baik grosir maupun eceran, kelompok-kelompok yang menolak akhirnya berbalik mendukung, bahkan meminta pembangunan segera dituntaskan. Menurut rencana PIG dibangun empat lantai di atas lahan seluas 3 hektare lebih dan bangunan seluas 7 ribu meter persegi. Pembangunan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp297 miliar itu dijadwalk an tuntas pada akhir 2015. Pembangunan PIG menjadi pasar modern yang dilengkapi berbagai fasilitas umum tersebut mulai digagas tahun 2011, namun baru terealisasi pada awal 2014. Selain PIG, pasar tardisional di Kota Malang yang direvitalisasi adalah Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing. Saat ini, kedua pasar tersebut masih dalam proses pembangunan.(*)
Berita Terkait
Pakar: Industri migas potensi mesin ekonomi baru masyarakat pesisir
30 Desember 2025 16:53
OGC bagikan dividen Natal perdana setahun usai akuisisi Eastlakes
27 Desember 2025 18:30
One Global Capital perkuat arus investasi Indonesia--Australia
10 Desember 2025 19:40
Wamentan promosikan peluang investasi ke investor Rumania
10 Desember 2025 15:09
Rupiah menguat seiring investor "wait and see" rilis IKK Indonesia
9 Desember 2025 09:25
Pemkot Surabaya perkuat strategi tingkatkan minat investor lewat IPRO
4 Desember 2025 20:39
Kurs rupiah dipengaruhi sikap hati-hati investor jelang pertemuan FOMC
4 Desember 2025 10:43
Rupiah menguat seiring investor "wait and see" rilis data inflasi AS
1 Desember 2025 16:05
