Surabaya (ANTARA) - One Global Capital mencatat langkah strategis dengan meraih lisensi penuh AFSL Wholesale, memungkinkan pengelolaan dana investor besar dan memperkuat arus investasi Indonesia–Australia di tengah melemahnya minat investor asing di sektor residensial Negeri Kangguru itu.
Founder & CEO One Global Capital Iwan Sunito dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Rabu, mengatakan perusahaan terus tumbuh di tengah pelemahan pasar.
“Pertumbuhan ekuitas menembus 130 persen hanya dalam satu tahun pertama,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, One Global Capital telah memperluas portofolio di kawasan strategis Sydney termasuk Green Square, Chatswood, Macquarie Park, dan Eastlakes.
Riset Savills mencatat, lanjutnya, nilai aset Eastlakes One Global Gallery meningkat dari AUD19,5 juta menjadi lebih dari AUD33 juta dalam setahun dengan performa ritel yang ikut menguat.
Iwan menyebut proyek tersebut menjadi bukti keberhasilan strategi counter-cyclical.
“Ini membuktikan disiplin strategi dan kekuatan berinvestasi pada kawasan yang memiliki nilai masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Director of Fund One Global Capital Samuel Sunito menegaskan perusahaan membuka peluang investor ritel untuk menikmati akses setara tingkat wholesale.
“Ketika investor kami tumbuh, kami tumbuh bersama mereka,” ucapnya.
One Global Capital, kata dia, sedang menyiapkan pembagian dividen akhir 2025 dan memulai pembangunan hotel modular di Macquarie Park pada Juli 2026 menggunakan Robotic Volumetric Modular Construction.
Dalam kesempatan yang sama, Director Office Services Savills Indonesia Ricky Tarore menjelaskan Sydney tetap menjadi salah satu destinasi investasi paling aman bagi investor Indonesia.
“Sydney menawarkan stabilitas, diversifikasi, dan kenaikan nilai aset yang sulit ditandingi pasar lain,” tuturnya.
Ia menambahkan pentingnya kolaborasi dengan mitra bereputasi, seperti One Global Capital, yang bisa dipertimbangkan sebagai opsi terbaik, karena kurasi proyek dan tata kelola yang kuat.
