Oleh Juwita Trisna Rahayu Jakarta (Antara) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo membantah adanya pembicaraan dengan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Zainudin Amali terkait rencana suap dalam sengketa Pilkada Jawa Timur senilai Rp10 miliar kepada Akil Mokhtar selaku Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu. "Pak Zainuddin tidak menyampaikan itu (Rp10 miliar) kepada saya, tapi saya (merasa) tidak ada permasalahan karena pak Zainudin juga tidak menanyakan, semua fakta hukum tidak ada," katanya setelah menghadiri rapat koordinasi terkait optimalisasi tugas pemerintahan tanpa korupsi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu. Namun, Soekarwo mengakui adanya pertemuan dengan Zainudin pada 2 Oktober 2013 sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jalan Pasuruan, Jakarta Pusat. "Pak Zainudin itu memberi tahu saya bahwa Pilgub Jatim itu gawat, apanya yang gawat 'lhawong' 71.026 saksi semua sudah tanda tangan, sudah 'clean fairness' begitu," katanya. (*)
Berita Terkait
Gus Hans: Elektabilitas Prabowo-Gibran di Jatim tak lepas peran Pakde Karwo
6 Februari 2024 13:05
Ketua KPU Jatim sampaikan peta jalan persiapan Pemilu ke Wantimpres
30 Januari 2024 15:10
KPK konfirmasi Soekarwo terkait pemberian bantuan keuangan Pemprov Jatim
9 November 2022 11:59
Wantimpres Soekarwo apresiasi penggunaan teknologi digital di Ngawi
24 Maret 2021 21:52
Rudiantara gantikan Soekarwo sebagai Komisaris Utama Semen Indonesia
19 Juni 2020 21:25
Pakde Karwo dikonfirmasi proses alokasi bantuan keuangan Tulungagung
28 Agustus 2019 20:23
KPK periksa mantan Gubernur Jatim Soekarwo sebagai saksi
28 Agustus 2019 10:34
KPK panggil kembali Pakde Karwo paling cepat pekan depan
22 Agustus 2019 20:35
