Malang (Antara Jatim) - Warga Kota Malang, Jawa Timur, yang dilalui jalur satu arah akhirnya menyerah karena kebijakan tersebut menjadi satu-satunya opsi yang paling minimal risiko dibandingkan dengan harus melebarkan jalan untuk kendaraan dua arah. Salah seorang perwakilan warga Jalan Mayjen Panjaitan yang kawasannya dilalui jalur satu arah itu, Feri Al Kahfi, Senin, mengatakan dari beberapa opsi yang ditawarkan, hanya pemberlakuan jalur satu arah yang paling memungkinkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan kampus Universitas Brawijaya (UB). "Setelah dilakukan telaah dan kajian, jalur sat u arah yang sudah diujicobakan selama dua bulan terakhir inilah yang memang paling memungkinkan, sebab tidak perlu membebaskan lahan milik warga untuk pelebaran jalan sekitar 16 meter," ujarnya usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Malang Moch Anton di Balai Kota Malang. Menurut dia, jika arus lalu lintas dikembalikan lagi menjadi dua jalur (arah), pemkot harus melebarkan jalan sekitar 16 meter. Sementara lahan untuk pelebar amn jalan tersebut, mau tidak mau harus membebaskan lahan dan rumah milik warga. Untuk mensosialisasikan kebijakan jalur satu arah yang bakal ditetapkan menjadi kebijakan permanan itu, kata Feri, wali kota harus turun langsung untuk menjelaskannya kepada warga agar tidak terjadi kesalahpahaman dan penolakan yang berkepanjangan. Menanggapi hal itu Wali Kota Malang Moch Anton mengatakan sebenarnya selama ini tidak ada penolakan dari warga. "Warga kan hanya menyampaikan aspirasinya saja karena berkaitan dengan perekonomian sebagai imbas dari diberlakukannya jalur satu arah, bukan menolak," tegas Anton. Ia menegaskan kebijakan jalur satu arah di sejumlah kawasan itu merupakan solusi paling tepat dan tidak akan banyak merugikan warga, dibanding dengan kembali ke dua j alur, tapi harus mengorbankan lahan atau rumah warga. Anton juga berjanjia akan menemui warga yang kawasannya dilalui kebijakan satu arah, yakni warga di Jalan Mayjen Haryono, Jalan mayjen Panjaitan, Jalan Gajayana, dan Jalan Veteran. "Kebijakan satu arah ini akan terus berlanjut, namun soal teknisnya baru akan kami bicarakan dan dik oordinasikan dengan forum lalu lintas maupun pihak-pihak terkait lainnya, seperti akademisi," ujarnya. Kebijakan satu arah yang mulai diujicobakan pada awal November 2013 banyak menuai kritik dan sorotan dari kalangan akademisi, bahkan diprotes warga yang dilalui jalur satu arah dengan berbagai cara, mulai dari unjuk rasa, memblokir jalan raya, memasang spanduk penolakan hingga mendatangi Balai Kota Malang.(*)
Berita Terkait
54 warga binaan Lapas Kelas I Malang peroleh remisi khusus Natal
25 Desember 2025 16:11
Polda Jatim bagikan masker untuk warga terdampak abu vulkanik Semeru
23 November 2025 16:15
Polres Malang tekankan keselamatan warga prioritas penanganan bencana
5 November 2025 15:20
Pemkot Malang libatkan warga cegah korupsi melalui e-Wadul dan WBS
21 Oktober 2025 15:22
Dinkes Kota Malang imbau warga gunakan masker demi cegah ISPA
19 Oktober 2025 20:09
Satpol PP Kota Malang ajak warga dukung pemberantasan rokok ilegal
10 Oktober 2025 18:50
Polresta Malang minta warga waspadai isu provokatif di medsos
24 September 2025 09:32
BPBD Malang imbau warga waspada potensi bencana hidrometeorologi
11 September 2025 19:59
