Bojonegoro, (Antara Jatim) - Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Jatim, akan memantau kesehatan hewan kurban di sejumlah pasar dan penjualan ternak kurban sebagai usaha mengamankan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat. "Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan kita mulai sejak 2 Oktober sampai hari Raya Idul Adha," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Subekti, Sabtu. Ia menjelaskan pemeriksaan kesehatan hewan kurban baik di pasar hewan maupun di penjualan hewan kurban akan difokuskan kepada hewan yang menderita penyakit "ngorok" atau "Septichaemia Epizooticae" (SE) yang sering melanda ternak besar. "Daging hewan kurban yang menderita SE kalau dikonsumsi bisa membahayakan manusia. Tapi kalau daging hewan kurban yang menderita gatal-gatal tidak berbahaya bagi manusia," jelasnya. Selain itu, katanya, pemantauan kesehatan hewan kurban juga akan dilakukan di posko pengawasan hewan di Kecamatan Padangan. "Kita akan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang masuk dari arah Jateng juga yang keluar dari Jatim," katanya, menegaskan. Menurut dia, pemantauan kondisi kelayakan hewan kurban juga akan dilakukan di semua pedagang yang menjual hewan kurban yang jumlahnya puluhan di Kecamatan Kota. "Pemeriksaan hewan kurban yang ada di kecamatan diserahkan mantri di wilayahnya masing-masing," paparnya. Ia menjelaskan persyaratan hewan yang layak kurban di antaranya persyaratannya giginya sudah tanggal satu atau usianya minimal 1 tahun, selain juga harus sehat. "Hewan kurban yang sakit atau cacat tidak diperbolehkan sebagai hewan kurban," ujarnya. Menjawab pertanyaan, Subekti mengaku tidak hapal jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun lalu. Namun, ia memperkirakan jumlah hewan kurban di daerahnya yang disembelih masyarakat baik sapi maupun kambing akan meningkatkan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. "Peningkatan hewan kurban bisa dilihat warga Bojonegoro yang mendaftar haji jumlahnya terus bertambah. Meskipun harga sapi dan kambing tinggi mereka tetap akan berkurban, sebab sudah mendaftar haji," tuturnya. (*)
Berita Terkait
Dinas Peternakan Bojonegoro Akan Pantau Kesehatan Hewan Kurban
21 September 2015 14:43
Dinas Peternakan Bojonegoro Pantau Kesehatan Hewan Kurban
25 September 2014 08:12
Dinas Peternakan Bojonegoro Periksa Kesehatan Hewan Kurban
9 Oktober 2013 08:48
Kemenag ajak masyarakat maknai tahun baru secara sederhana
31 Desember 2025 17:37
