Surabaya (ANTARA) - SPS Corporate menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai wujud kepedulian dan dukungan pemulihan.
Direktur SPS Corporate Balok Purwoko mengatakan kehadiran perusahaan di wilayah terdampak merupakan bentuk tanggung jawab moral korporasi untuk hadir di tengah masyarakat dalam kondisi paling rentan.
“Natal mengingatkan kita untuk hadir bagi sesama, sementara tahun baru memberi harapan bahwa kehidupan dapat perlahan ditata kembali,” ujar Balok dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis.
Ia menegaskan bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Menurut dia, pemulihan membutuhkan perhatian berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak.
Balok berharap kehadiran SPS Corporate dapat menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat Sibolga dan sekitarnya agar dapat menyongsong tahun baru dengan kekuatan dan keyakinan.
"Proses bangkit dari bencana tidak selesai dalam hitungan hari. Diperlukan perhatian yang konsisten, kolaborasi berbagai pihak, serta kesediaan untuk terus mendengar kebutuhan masyarakat di lapangan," katanya.
Daniel Simanungkalit (43), salah satu penyintas yang kini menumpang di Rumah Singgah Rumah Berdaya Masyarakat (RBM) Hephata, Kelurahan Angin Nauli, Sibolga Utara menceritakan waktu bencana itu datang, dia hanya sempat menyelamatkan diri.
“Natal kali ini sunyi, tapi bantuan ini membuat kami merasa masih diperhatikan. Ada harapan untuk menyambut tahun baru," katanya.
Bencana yang melanda wilayah pesisir Sibolga dan sekitarnya meninggalkan dampak serius terhadap permukiman warga, lahan pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Di Kelurahan Angin Nauli, SPS Corporate menyalurkan bantuan berupa sembako, bahan sandang, serta kebutuhan pribadi bagi para penyintas yang bertahan di rumah singgah.
Bantuan juga disalurkan ke Lingkungan Aek Parira, kawasan padat penduduk yang terdampak cukup parah akibat bencana.
Perjalanan bantuan berlanjut ke Desa Huta Na Bolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang sempat terisolasi akibat akses jalan terputus. Di desa tersebut, banyak warga kehilangan sumber penghidupan karena kebun dan sawah tertutup lumpur.
“Sekarang kebun rusak, penghasilan terhenti. Tapi bantuan ini seperti pengingat, bahwa tahun boleh berat, tapi kami tidak sendirian menjalaninya,” ujar Erika Simanungkalit (36), warga Desa Huta Na Bolon.
Selain di permukiman warga, SPS Corporate juga menyalurkan bantuan di sejumlah ruang spiritual yang menjadi tempat penguatan batin masyarakat, antara lain Biara Santo Dominikus Pandan dan Gereja Kalam Kudus Sibolga, yang selama masa bencana menjadi tempat berlindung warga.
SPS Corporate salurkan bantuan bagi korban bencana Sumut
Kamis, 1 Januari 2026 15:13 WIB
SPS Corporate saat memberikan bantuan untuk korban banjir di Sumatera Utara. (ANTARA/HO-SPS Corporate)
Diperlukan perhatian yang konsisten, kolaborasi berbagai pihak, serta kesediaan untuk terus mendengar kebutuhan masyarakat di lapangan,
